PRESIDEN DAN PENGURUS PEPABRI TINJAU RUMAH MURAH

PRESIDEN DAN PENGURUS PEPABRI TINJAU RUMAH MURAH [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Presiden Soeharto bersama pengurus pusat dan pengurus daerah PEPABRI Sumatera Utara kemarin meninjau proyek perumahan murah di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peninjauan ke proyek perumahan itu, merupakan kelanjutan dari pertemuan Presiden dengan pengurus PEPABRI belum lama ini di Bina Graha. Musyawarah Nasional PEPABRI antara lain memutuskan akan mengusahakan perumahan murah bagi anggota2nya sebagai salah satu program pengurus yang sekarang.

Presiden Soeharto, kepada pengurus PEPABRI yang mengikuti peninjauan itu mengharapkan, agar proyek pembangunan perumahan PEPABRI jangan terlalu besar dulu, dan dapat dimulai dengan pembangunan secara massal seperti Kelapa Gading.

Dikatakan proyek Kelapa Gading yang sedang dikerjakan itu, dibangun dengan bahan yang murah, antara lain batu apung yang banyak tersedia sebagai bahan bakunya. Dengan sistem panil yang diterapkan itu, rumah2 dapat siap dalam waktu yang relatip singkat.

“Rata2 satu rumah dapat selesai dalam tiga hari!” kata Presiden.

Rumah2 yang harganya antara 1,25 juta – 2,6juta rupiah itu, pembangunannya yang sekarang juga menggunakan besi siku yang sudah dapat dihasilkan oleh pabrik Krakatau Steel. Setiap bulannya dari tiga type rumah yang tersedia penghuni dapat mengangsurnya sampai Rp. 10.000,-.

Disebutkan, saat ini telah siap 150 rumah type 36, 48, dan 54. Dari jumlah tersebut, 104 rumah telah dimiliki, 66 dari jumlah tersebut telah dihuni. Yang memperoleh prioritas menempati rumah2 murah di Klapa Gading, diantaranya para ajudan Presiden yang telah bekerja lebih dari sepuluh tahun.

Proyek percontohan rumah murah milik Pak Harto itu, dilengkapi dengan fasilitas listrik dan air minum.

Menyertai Kepala Negara dalam peninjauan hari Jumat itu antara lain Widyapranata dan Munadi dari pengurus pusat PEPABRI. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (24/09/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 599-600.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.