PRESIDEN DAN PARLEMEN RUSIA BICARAKAN KASUS CHECHNYA

PRESIDEN DAN PARLEMEN RUSIA BICARAKAN KASUS CHECHNYA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, Rabu di Istana Merdeka menerima enam anggota Majelis Federal Federasi Rusia, antara lain membicarakan kasus Republik Chechnya.

Seusai mengadakan kunjungan kehormatan, Wakil Ketua DPR Rusia, Vengerovsky Alexander Dmitrievitch mengatakan pada pers bahwa, pihaknya menginginkan dalam waktu sepuluh bulan mendatang rakyat Chechnya bisa melaksanakan pemilu untuk memilih presiden. Ia mengatakan di Rusia tidak dikenal perang atas dasar agama dan kalau terjadi konflik, maka tidak akan diambil cara kekerasan.

Ketika ditanya pemboman angkatan udara Rusia terhadap wilayah Chechnya, ia hanya mengatakan, tindakan itu dilakukan dengan anggapan bahwa di Chechnya telah terjadi tindakan pengacauan oleh gerombolan tertentu. Ia membandingkan situasi di Chechnya itu dengan upaya para penegak hukum di AS dahulu untuk mengatasi persoalan yang ditumbulkan oleh para cowboy. Ketika ditanya reaksi Presiden Soeharto atas penjelasannya, ia mengatakan, Presdien Soeharto tidak memberikan komentar.(L.EU02/PU07 /PU03/ru2)

Sumber:  ANTARA(l4/12/1994)

________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 130-130.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.