PRESIDEN DAN Ny. TIEN SOEHARTO MENIKMATI AIR TERJUN VICTORIA FALLS

PRESIDEN DAN Ny. TIEN SOEHARTO MENIKMATI AIR TERJUN VICTORIA FALLS

 

 

Harare, Kompas

Presiden dan Nyonya Tien Soeharto dalam kunjungan hari kedua di Zimbabwe Selasa kemarin, menyempatkan diri berkunjung ke air terjun Victoria Falls. Sekitar 800 kilometer, atau satu jam penerbangan dari ibu kota Harare.

Air terjun selebar 1.700 meter itu, merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Zimbabwe. Banyak turis mancanegara yang datang ke sana, termasuk tamu-tamu asing, seperti halnya Presiden dan Nyonya Tien Soeharto.

Airnya berasal dari Sungai Zambesi, sungai terbesar keempat di Afrika, yang mengalir mulai dari bagian utara Zambia dekat Pegunungan Kalene. Terus ke barat daya melalui Angola, lalu kembali masuk wilayah Zambia lagi, kemudian membela wilayah Zambia dan Zimbabwe, sekaligus menjadi batas resmi kedua negara. Dari situ melewati Mozambik, terus ke Lautan Hindia. Seluruhnya sepanjang 2.700 kilometer.

Tinggi air terjun Victoria Falls itu seluruhnya 110 meter. Dari lebamya yang 1.700 meter, 1.500 meter masuk wilayah Zimbabwe, dan 200 meter lainnya milik Zambia. Mengenakan baju batik berwama cokelat, sementara Nyonya Tien rok terusan batik, juga berwama cokelat, Kepala Negara dan Nyonya benar-benar terlihat santai sekali menikmati alam indah Afrika itu.

 

Sini Bu

Wartawan Kompas, J. Osdar dan Ansel da Lopez melaporkan dari Harare semalam, berkali-kali Kepala Negara memanggil Nyonya Tien untuk foto bersama. “Sini bu … sini bu … sini … dekat sini,” tanpa mempedulikan tanah yang sedikit becek kena uap air terjun yang dibawa angin. Kecuali itu, Nyonya Tien sendiri pun, beberapa kali minta dipotret sendirian, tanpa merasa takut atau; gamang berdiri di pinggir yang terjal dan curam. “Mukanya agak ke sini bu … ke sini bu … biar latar belakangnya dengan air terjun,” kata Saidi, juru potret lstana mencoba mengatur pose Ibu Negara. Dan, Nyonya Tien Soeharto pun sambil tersenyum menurutinya.

Para menteri dan Nyonya yang ikut menyertai rombongan Kepala Negara, juga tidak ketinggalan ikut berebut berpotret, atau minta di foto. Sendiri-sendiri, berpasangan, atau beramai-ramai, termasuk dengan anggota rombongan lainnya. “Sini ma … sini,” ujar Menko Ekuin Radius Prawiro berkali -kali memanggil istrinya untuk bisa diabadikan berduaan.

Suasananya benar-benar santai dan akrab, seperti tidak ada pengaturan protokoler sedikit pun. Kepala Negara dan Nyonya berjalan sekitar satu setengah kilometer pada sebuah jalan kecil di bawah pohon-pohon dan semak berduri, mencoba melihat Victoria Falls dari berbagai sudut pandang.

Dari sana, rombongan kernudian dengan menggunakan dua buah tongkang pesiar, berlayar di atas Sungai Zambezi sepanjang enarn kilometer. Makan siang bersama di atas “kapal” pesiar itu, sebelum kembali ke Harare dengan sebuah Boeing 737 yang disediakan pemerintah setempat.

Hari Rabu ini Kepala Negara akan mengadakan pembicaraan resmi dengan Presiden Mugabe di Istana Presiden, dan setelah itu melakukan kunjungan ke Taman Pamuzinda, dan selanjutnya ke sebuah pu sat pertanian, setempat. Kamis besok kunjungan empat hari ke Zimbabwe ini akan diakhiri, dan Presiden akan melanjutkan lagi kunjungan kenegaraan ke Tanzania selama tiga hari.

 

 

Sumber : KOMPAS (04/12/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 305-306.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.