PRESIDEN: DALAM PEMILU YANG AKAN DATANG JANGAN SALAH PILIH PIMPINAN YANG TEPAT

PRESIDEN: DALAM PEMILU YANG AKAN DATANG JANGAN SALAH PILIH PIMPINAN YANG TEPAT

Presiden Soeharto minta para perintis kemerdekaan tidak salah pilih akan pimpinan yang tepat dalam Pemilu mendatang nanti.

Kepada perintis kemerdekaan, dianjurkannya memberikan penjelasan kepada masyarakat luas agar tidak salah pilih dalam pemilihan umum mendatang.

"Saya ingatkan agar perintis kemerdekaan jangan salah pilih,” kata Presiden di depan 250 perintis kemerdekaan bersama keluarganya di Istana Negara, Rabu kemarin.

Perintis kemerdekaan asal DKI ini, mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Soeharto dan Ny. Tien Soeharto di Istana Negara Rabu kemarin, karena dalam rangkaian peringatan 17 Agustus 1980 mereka belum mendapat kesempatan.

Presiden yang menyampaikan sambutan tanpa teks, mendoakan agar para perintis kemerdekaan itu masih diberikan Tuhan kesempatan untuk ikut dalam pemilu mendatang.

Masih Banyak yang di Bawah Garis Kemiskinan

Dijelaskan, sebelum Pelita dimulai, kehidupan rakyat Indonesia yang jumlahnya 100 juta jiwa sebanyak 90% masih berada di bawah garis kemiskinan.

Dewasa ini setelah Pelita dimana jumlah rakyat Indonesia sekitar 140 juta, yang masih berada di bawah garis kemiskinan 30%. Jumlah ini dinilai masih sangat banyak.

”Masih banyak rakyat kita yang harus diperbaiki taraf hidupnya,” kata Kepala Negara.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Presiden menyampaikan penghargaannya kepada para perintis kemerdekaan yang ada di DKI, kartna mereka berpartisipasi memperbaiki taraf hidup rakyat Indonesia seperti mendirikan koperasi perintis.

Yang tidak Berubah

Perintis kemerdekaan diharapkan Kepala Negara berbahagia merasakan hasil­hasil pembangunan yang sekarang dicapai.

Presiden kemudian menjelaskan tahap perjuangan Bangsa Indonesia sampai tercapai kemerdekaan dan yang dilanjutkan dengan mengisi kemerdekaan itu.

Satu hal, kata Kepala Negara, yang tidak berubah sama sekali yaitu sifat perjuangan yang kerakyatan, dari rakyat untuk rakyat.

"lnilah yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang danbahkan seterusnya," kata Presiden.

Di Republik Indonesia ini kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat yaitu lewat MPR, "Saya sebagai Mandataris/Presiden hanya melaksanakan apa yang diputuskan oleh rakyat,” katanya.

Dikemukakannya, “hingga saat ini belum keseluruhan tercapai cita-cita perjuangan rakyat Indonesia mencapai masyarakat adil dan makmur. Kalau segala sesuatunya berjalan dengan baik, Insya Allah masyarakat adil dan makmur itu akan kita capai," tambahnya.

Namun diingatkannya agar kita semua tetap mensyukuri apa-apa yang telah dicapai saat ini. (DTS)

Jakarta, Pelita

Sumber: PELITA (16/10/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 630-631.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.