PRESIDEN CANANGKAN GERAKAN PERLINDUNGAN ANAK PADA ‘HAN 1997’

PRESIDEN CANANGKAN GERAKAN PERLINDUNGAN ANAK PADA ‘HAN 1997’[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto dijadwalkan mencanangkan Gerakan Perlindungan Anak (GPA) pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 1997, di Jakarta, demikian hasil Rakor Kesra yang berlangsung, di Jakarta, Senin.

Sesmenko Kesra Suyono Yahya ketika membacakan hasil-hasil Rakor Kesra itu mengatakan, pencanangan Gerakan Perlindungan itu dimaksudkan agar keluarga, masyarakat dan sektor terkait meningkatkan keperdulian terhadap perlindungan dan memperhatikan hak-haknya.

Dengan demikian, keluarga dan masyarakat bertanggungjawab atas hak-hak anak usia 0–18 tahun dan mencegah terjadinya eksploatasi hak anak, seperti anak menjadi terlantar, dipaksa menjadi pekerja, pelecehan seksual terlibat kejahatan dan perkelahian.

Pada HAN 1997 Pemerintah mengumumkan pembentukan lembaga perlindungan anak yang bentuk dan statusnya kini sedang dibahas di Depsos.

Lembaga perlindungan anak nantinya diharapkan mampu membantu keluarga yang tak mampu menangani anaknya atau rawan terhadap perlindungan, sehingga anak Indonesia mendatang dapat tumbuh kembang secara optimal dan menjadi generasi muda yang berkualitas serta mandiri.

Ketika ditanya tentang keadaan anak Indonesia saat ini, Suyono mengatakan, anak Indonesia kini mendapatkan perlindungan terbukti banyak peraturan hukum yang mengayomi haknya, tetapi pembentukan lembaga perlindungan itu untuk mencegah tindakan penyalahgunaan hak anak.

Hari Lansia

Presiden Soeharto dijadwalkan juga akan memberikan sambutan pada peringatan hari Lanjut Usia (Lansia) pada 8 Juni 1997, di Jakarta.

Peringatan Hari Lansia akan diisi berbagai kegiatan seminar dan bakti sosial dalam upaya memberikan penghargaan dan memberdayakan para Lansia, sehingga mereka tetap mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Sejumlah penghargaan bagi Lansia, Antara lain pemberian Kartu Tanda Penduduk (KTP) seumur hidup, pemberian potongan harga tiket pesawat terbang dan pembentukan panti Lansia untuk memberikan tempat dalam melakukan kegiatan sosial.

Rakor Kesra yang dipimpin Menko Kesra Azwar Anas itu juga dihadiri sejumlah menteri, Antara lain Menkes Sujudi, Menag Tarmizi Taher, Mensos Ny. Inten Soeweno, Mendikbud Wardiman Djojonegoro dan Men UPW Ny. Mien Sugandhi.

Sumber : ANTARA (26/05/1997)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 796-797.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.