PRESIDEN BUKA GELAR KARYA DAN PRESTASI

PRESIDEN BUKA GELAR KARYA DAN PRESTASI[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto membuka Gelar Karya dan Prestasi Golkar-BUMN Dalam Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi Rabu (18/2) pagi di arena Pekan Raya Jakarta. Pameran tersebut diikuti 234 usaha kecil binaan 61 BUMN. Selain pameran juga dilangsungkan lokakarya yang berlangsung 18 dan 19 Februari 1998.

Diskusi panel tersebut diikuti oleh para pembina, masyarakat pelaku, usaha kecil dan para pakar. Melalui diskusi ini diharapkan dimatangkan beberapa konsep pendanaan usaha kecil dan menengah serta adanya forum pemasaran bersama.

Ketua Umum Golkar, Harmoko dalam laporannya mengemukakan telah menjadi komitmen DPP Golkar untuk selalu peduli, berpihak dan memberikan perhatian kepada wong cilik agar mengembangkan daya kreativitasnya, sehingga menjadi insan yang mandiri dan kuat.

Perwujudan komitmen Golkar secara total adalah untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan wong cilik dilandasi dan disemangati oleh pemikiran-pemikiran Presiden Soeharto yang senantiasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.

Sejalan dengan arus zaman, usaha kecil dan menengah yang akan datang cenderung padat ilmu dan teknologi. Peluang inilah yang harus ditangkap oleh masyarakat perguruan tinggi. Karena itu kewirausahaan masyarakat perguruan tinggi perlu ditingkatkan.

Dalam momen ini, rasanya pas sekali untuk mengusulkan agar pendidikan kewirausahaan dimasukan kedalam kurikulum di perguruan tinggi. Ini akan mempercepat proses transformasi terbentuknya suatu tatanan dunia usaha dengan konfigurasi belah ketupat, di mana peran usaha kecil dan menengah menjadi dominan dan merupakan lapis tengah masyarakat dunia usaha, sementara usaha besar hidup berdampingan bersama usaha kecil dan menengah dalam semangat saling menghidupi, tetapi tetap berlandaskan pada profesionalisme dan kompetensi.

Dalam kesempatan itu, Harmoko juga menyampaikan bahwa Golkar dengan semangat mengatasi gejolak dan krisis moneter mendukung gagasan terbentuknya CBS untuk memberi kepastian bagi kurs dolar terhadap rupiah, sehingga para pengusaha termasuk usaha kecil mampu merencanakan program-program peningkatannya.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (18/02/1998)

__________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 826-827.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.