PRESIDEN : BI HARUS SEGERA LONGGARKAN LIKUIDITAS PERUMAHAN

PRESIDEN : BI HARUS SEGERA LONGGARKAN LIKUIDITAS PERUMAHAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, Bank Indonesia (BI) harus segera mencairkan dana (likuiditas) bagi sektor perumahan karena gejolak rupiah sekarang ini telah mengakibatkan sekitar 50 persen dari 2.400 pengembang swasta terpaksa menghentikan kegiatan mereka.

“Presiden minta segera dilonggarkan likuiditas untuk sektor perumahan.” kata Menpera Akbar Tanjung kepada pers setelah melapor kepada Kepala Negara di Istana Merdeka, Jumat, tentang dampak negatif gejolak rupiah.

Akbar mengatakan, dampak gejolak rupiah sekarang ini sangat besar terhadap sektor perumahan, karena para developer mengalami kesulitan mencari dana. Ia menyebutkan BI telah menarik dana Rp 300 miliar dari Bank Tabungan Negara (BTN). Dana sebesar itu berasal dari tabungan petumahan bagi pegawai negeri sipil (Taperum).

Akbar mengatakan, jika dana Rp 300 miliar itu bisa dicairkan oleh BI kepada BTN, makahal itu akan sangatmembantu para developer yang memperoleh danadari BTN.

Ia juga mengatakan Presiden minta agar KLBI (Kredit Likuiditas Bank Indonesia) agar dipercepat pemrosesannya karena sangat penting bagi masyarakat yang ingin mendapatkan KPR.

Dana KPR berasal dari KLBI yang bunganya di bawah suku bunga pasar, bantuan Departemen Keuangan serta dana masyarakat yang digunakan oleh bank-bank. Suku bunga tadi berkisar antara 8,5 persen hingga 14 persen. Menpera menyebutkan akibat gejolak rupiah maka para pengembang mengalami kesulitan membangun proyek-proyek mereka.

Kesulitan para pengembang itu mengakibatkan mereka tidak mampu membayar para kontraktor sehingga pada akhirnya para tukang tidak bisa dibayar.

Kepada Kepala Negara juga dilaporkan rencana kegiatan Wakil Presiden Try Sutrisno tanggal 25 Oktober untuk meresmikan perumahan yang dibangun Perumnas di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wapres akan naik kereta api dari Stasiun Tanah Abang menuju Parung Panjang melalui Serpong. Pada kesempatan itu, Wapres secara simbolis akan meresmikan 30.000 unit rumah baik yang dibangun oleh Perumnas, pengembang serta koprasi di wilayah Jabotabek.

Sumber : ANTARA (17/10/1997)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 446-447.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.