PRESIDEN BERTEMU SULTAN BOLKIAH

PRESIDEN BERTEMU SULTAN BOLKIAH[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto, Kamis (5/2) pukul 10.00 WIB bertemu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah di kediaman Jl. Cendana, Jakarta.

Sebelumnya, Presiden juga bertemu dengan Wakil PM Malaysia Dato Ibrahim Anwar. Menurut Mensesneg Moerdiono yang memberi penjelasan di Bandara Halim Perdanakusuma, dalam pertemuan itu Sultan Bolkiah menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada Presiden, Sultanjuga memperhatikan segala langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengatasi kebijakan moneter.

“Hal itu menunjukkan komitmen Brunei, seperti juga yang ditunjukkan kepada Indonesia di awal krisis lalu, di mana Sultan Bolkiah sudah datang dan memberi bantuan keuangan dan moral. Untuk itu Presiden Soeharto sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih. Sultan Bolkiah berharap Indonesia bisa mengatasi masalahnya.” ujar Mensesneg.

Selain itu, dalam pertemuan Presiden Soeharto dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden menyampaikan terima kasih atas bantuan dana standby loan yang telah disampaikan Sultan Brunei baru-baru ini. Ditanya apakah bantuan standby loan itu sudah digunakan, Mensesneg mengatakan,

“Bantuan yang ada belum kita gunakan.”

Setelah bertemu Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta, Sultan Hassanal Bolkiah bertemu Wakil Presiden Try Sutrisno di tempat kediaman Jalan Diponegoro, Jakarta. Pertemuan Silaturahmi ini berlangsung selama sekitar 50 menit hadir dalam pertemuan silaturahmi ini antara lain Mensesneg Moerdiono dan Sekretaris Wakil Presiden Mayjen TNI R Soedjoko. Ditanya wartawan, Soedjoko mengatakan pertemuan ini berlangsung dalam rangka silaturahmi Idul Fitri.

Sultan Bolkiah meninggalkan kediaman resmi Wakil Presiden didampingi Mensesneg Moerdiono pukul 11.45 WIB. Sultan Bolkiah dan rombongan meninggalkan Jakarta petang hari menggunakan Pesawat Royal Brunei dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Bahas krisis

Sore harinya, Presiden Soeharto mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Keuangan Malaysia, Dato Anwar Ibrahim di kediaman Jalan Cendana. Dato Anwar bersama rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (5/2) pukul 16.00 WIB dengan jet carteran. Rombongan Datuk Anwar Ibrahim disambut Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad.

Anwar menolak memberi komentar kepada wartawan setibanya di ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma. Ia hanya menyampaikan salam dengan mengatupkan kedua tangannya, lalu meninggalkan Bandara didampingi Mar’ie Muhammad.

Kantor berita AFP mengutip pejabat Malaysia mengemukakan, waktu PM Malaysia, Kamis (5/2) terbang ke Jakarta guna mengadakan pertemuan dengan Presiden Soeharto membahas krisis ekonomi yang sedang melanda negara-negara Asia Tenggara. Anwar dilaporkan segera kembali Kuala Lumpur malam harinya. Setelah bertemu Presiden, Anwar Ibrahim bertemu rekannya Menkeu Mar’ie Muhammad, guna membahas masalah krisis ekonomi yang berlangsung sejak pertengahan tahun 1997 lalu. Pihak pejabat Malaysia sejauh ini tidak mengungkap topik rinci dari pertemuan Datuk Anwar Ibrahim dengan Presiden Soeharto ini.

Rencana kunjungan Anwar ke Jakarta ini diumumkan Rabu malam, bersamaan dengan kunjungan yang dilakukan PM Mahathir Mohamad selama tiga hari mulai Kamis kemarin ke Thailand, Fhilipina, dan Singapura. Kunjungan Mahathir ini dilaporkan berkaitan dengan berbagai langkah konsolidasi di antara sesama anggota ASEAN menghadapi krisis ekonomi yang belum juga mereda di kawasan ini.

Mahathir dijadwalkan bertemu PM Thailand Chuan Leekpai di Bangkok, Kamis (5/2), Presiden Philipina Fidel Ramos Jumat (6/2), dan PM Singapura Goh Chok Tong Sabtu (7/2). Sumber-sumber pemerintah di Manila awal pekan ini mengemukakan, pertemuan Mahathir Ramos diduga, akan membahas usulan sistem, perdagangan antara anggota ASEAN, khususnya Malaysia, Thailand, Filipina, dengan menggunakan mata uang lokal, bukan dollar AS.

Wakil PM dan Menkeu Malaysia Dato Anwar Ibrahim usai kunjungan ke Indonesia, akan melanjutkan kunjungan kerja ke Jepang mulai Minggu lusa. Dia juga berniat, melakukan kunjungan pribadi ke Taiwan tidak dirinci tujuan dari kunjungan ke Jepang dan Taiwan ini.

Sumber : KOMPAS (06/02/1998)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 19-21.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.