PRESIDEN BERTANYA, APAKAH PEMBANGUNAN SEKARANG SEBAGAI PROSES PEMISKINAN

PRESIDEN BERTANYA, APAKAH PEMBANGUNAN SEKARANG SEBAGAI PROSES PEMISKINAN

Presiden Soeharto mempertanyakan, apakah pembangunan yang dilaksanakan sekarang ini sebagai suatu proses menuju pemiskinan bangsa.

Pertanyaan tersebut spontan dijawab para anggota KIDSA (Kelompok Pelestari Sumber Daya Alam) dari seluruh Indonesia sebagai tidak benar.

Ungkapan tersebut mengawali dialog langsung antara Presiden Soeharto dengan petani andalan dari daerah-daerah yang sejak 14 Desember mengadakan temu-wicara di Wonogiri dalam rangka PPN (Pekan Penghijauan Nasional ke-25 di desa Made, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri Jawa Tengah.

Lebih jauh Kepala Negara menyalakan, apabila teori atau pendapat yang dilontarkan, bahwa pembangunan sekarang ini sebagai proses menuju pemiskinan bangsa benar adanya, ia merasa sangat berdosa.

Secara panjang Iebar Presiden mengemukakan fakta hasil pembangunan selama tiga Pelita. Bahkan sekarang ini sudah memasuki tahun ketiga Pelita IV Semua yang dikerjakan ditujukan untuk meningkatkan tarap hidup rakyat

Pada kesempatan itu Presiden mengajak agar kita semua dengan penuh kesadaran memperbaiki keadaan sekarang ini.

Agar kita tidak meninggalkan penderitaan kepada anak cucu. Penduduk Indonesia 80% petani. Kehidupan mereka tergantung adanya tanah dan air. Semua itu hanya dapat terpenuhi apabila kelestarian tanah, air dan hutan terjaga dengan baik.

Kerja Keras

Bertitik tolak dengan peringatan PPN ke-25 yang sekarang ini dipusatkan di desa Made kecamatan Slogohimo. Kabupaten Wonogiri, Presiden Soeharto mengharap agar kelestarian sumber daya alam meliputi tanah, air dan hutan dijaga.

Pada kesempatan itu dikatakan tidak ada perlunya dicari siapa bersalah dalam pengrusakan hutan di masa lampau Sekarang yang paling penting kita bersama harus bekerja keras.

Dialog langsung antara Presiden dengan para petani anggota KPSA se-­Indonesia berjalan akrab, antara bapak dengan anak. Banyak permintaan dan himbauan diajukan pada kesempatan itu dan mendapat tanggapan positif dari Presiden.

Keputusan dari Timor Timur menyatakan sebagian besar daerahnya kritis. Dimohon agar proyek reboisasi dan penghijauan di daerahnya mendapatkan perhatian.

Sementara Pangge dari Sulawesi Utara mengeluh akan banyaknya petani peladang berpindah dan kurangnya minat penduduk yang dulu merantau untuk kembali ke daerah.

Diminta agar penanggulangan kependudukan itu dapat diatasi dengan penyediaan penampungan yang dikaitkan dengan program transmigrasi.

Pada umumnya para utusan dari daerah mengharap adanya peningkatan dalam program penghijauan, reboisasi sebagai usaha mengatasi kekritisan. Selain itu juga mengharap dana dan bantuan dapat ditambah di antaranya berupa peralatan pertanian seperti traktor.

Presiden Soeharto menyatakan akan memperhatikan semua itu. Namun akan dipertimbangkan dengan kondisi setempat. Tidak semua daerah memiliki problem yang sama, cara pengatasannya juga sama, melainkan harus sesuai dengan kemampuan dan keadaan daerah bersangkutan.

Kepala Negara mengharapkan agar para petani berusaha meningkatkan tarap hidupnya. Peranan KUD yang selama ini, menurut Kepala Negara jumlahnya mencapai 60 ribu, belum dimanfaatkan secara maksimal.

KUD merupakan sarana tepat bagi petani untuk meningkatkan kehidupannya. Peranan KUD sebagai unsur penyedia bahan keperluan petani dan juga sebagai tempat bersama memasarkan hasil pertanian harus lebih ditingkatkan, Presiden menyatakan.

Sebelum dialog langsung itu Presiden membuka resmi PPN ke-25 ini dengan memukul kentongan, sebagai tanda komando berlangsungnya pekan penghijauan itu.

Pada kesempatan itu dibagikan hadiah juara lomba penghijauan tingkat nasional. Pelepasan kader tani menetap, dan juga buku rencana penanganan Waduk Wonogiri dari proses pendangkalan. (RA)

 

 

Wonogiri, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (18/12/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 91-93.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.