PRESIDEN : BERSlKAPLAH WAJAR KEPADA PARA PENDERITA CACAT

PRESIDEN : BERSlKAPLAH WAJAR KEPADA PARA PENDERITA CACAT

Presiden Soeharto mengajak masyarakat luas tetap bersikap wajar kepada saudara-saudara kita yang menderita cacat. Hal itu dinyatakan oleh Presiden, Sabtu siang yang laIu, .di BaIai Sidang Senayan ketika menyambut Tahun InternasionaI Para Cacat 1981 di Indonesia.

"Mereka bukan orang-orang yang meminta-minta belas kasihan. Mereka adalah orang-orang yang tabah dan tetap memiliki semangat perjoangan hidup dengan segala hambatan karena menderita cacat. Yang mereka perlukan tidak lain adalah sikap dan perlakuan yang wajar, uluran tangan dan pemberian kesempatan untuk bekerja sesuai dengan kemampuannya di tengah-tengah masyarakat," kata Presiden.

Kepada semua instansi dan perusahaan-perusahaan, Presiden minta agar menerima mereka bekerja dalam lingkungan masing-masing sepanjang sifat pekerjaannya tidak terhalang oleh cacat yang diderita. Sikap ini harus kita tunjukkan dalam masyarakat kita yang menjunjung tinggi Pancasila. Lebih-Iebih dengan Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.

”Marilah kita semua mengulurkan tangan kepada saudara-saudara kita yang cacat agar sebagai sesama warga negara yang bertanggungjawab, mereka memiliki kesempatan penuh untuk berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat kita dan penuh pula dalam merasakan persamaan derajat," kata Kepala Negara.

Kepala Negara mengajak agar sikap demikian itu kita tingkatkan mulai tahun 1981 ini, bertepatan dengan keputusan PBB untuk menetapkan tahun 1981 sebagai Tahun Internasional Cacat.

Kepada 4.000 orang para cacat yang hadir Presiden minta agar mereka tidak memencilkan diri, karena masyarakat juga tidak memencilkan mereka. Mereka juga diminta untuk tidak merasa rendah diri, karena UUD 45 menjamin persamaan kedudukan di dalam hukum, persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara.

Presiden menegaskan, banyak di antara saudara-saudara para cacat yang dengan semangat baja dan kepercayaan pada diri sendiri dapat mengarungi segala tantangan hidup, bahkan mencapai sukses. Sebaliknya tidak sedikit di antara kita yang tidak menderita cacat gagal dalam perjoangan hidup, karena tidak memiliki semangat hidup dan tidak memiliki kepercayaan pada diri sendiri.

"Karena itu sekali lagi saya ajak saudara-saudara semua para cacat untuk tetap memiliki kepercayaan pada diri sendiri," kata Presiden.

Menyinggung soal bantuan Pemerintah kepada para cacat, Presiden menerangkan, apabila bantuan itu selama ini belum dirasakan cukup, bukan berarti Pemerintah mengabaikan mereka tetapi karena kemampuan negara masih terbatas.

"Satu hal yang ingin saya tekankan, bahwa dalam membantu saudara-saudara para cacat kebijaksanaan Pemerintah dilaksanakan secara terpadu, ialah: di samping memberi pelayanan sosial yang masih terbatas tadi juga dilakukan usaha yang tidak langsung melalui pembangunan sosial," kata Presiden.

Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Surono mengatakan jumlah penderita cacat di seluruh dunia dewasa ini tercatat sebanyak 450 juta jiwa 140 juta di antaranya terdapat di negara-negara sedang berkembang.

Sedang jumlah para cacat di seluruh Indonesia dari data tahun 1975 terdapat 3,5 juta orang, di antaranya dua juta jiwa terdiri atas anak-anak. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (19/01/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 14-15.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.