PRESIDEN BERSEDIA HADIR PADA MUKTAMAR NU

PRESIDEN BERSEDIA HADIR PADA MUKTAMAR NU

Presiden Soeharto menyatakan bersedia hadir dan membuka Muktamar Nahdlatul Ulama pada 8 Desember 1984 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Asembagus, Situbondo, Jatim, jika pada hari itu Kepala Negara tidak ada halangan, kata Menteri Agama, Munawir Sjadzali selesai menghadap Presiden Soeharto di kediaman jalan Cendana Jakarta, Selasa.

Muktamar NU yang akan diselenggarakan pada 8 sampai 12 Desember itu menurut rencana akan diisi oleh pengarahan dari Menteri Dalam Negeri, Menko Polkam, Menko Kesra, Pangab/Pangkopkamtib, Ketua Mahkamah Agung dan Menteri Agama.

Pemerintah, menurut Menteri, menyerahkan sepenuhnya pembahasan berbagai masalah kepada Muktamar. “Karena pemerintah ingin kemandirian ormas-ormas termasuk juga NU,” ujar Menag.

Menteri mengatakan, melalui muktamar ini, NU akan kembali kepada Khitah tahun 1926. “Mengenai Khitah NU itu, panitia muktamar yang akan memberikan penjelasan,” kata Menteri menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan pokok­pokok pembahasan dalam muktamar itu.

Dalam muktamar ini NU akan menentukan posisinya dalam kekuatan sospol.

Abdurrahman Wahid, Ketua Panitia Muktamar selesai diterima Mendagri Soepardjo Rustam, Senin mengatakan, NU tidak melarang anggotanya menyalurkan aspirasi politiknya melalui kekuatan sosial politik lain. NU selama ini, kata Abdurrahman Wahid berada dalam lingkungan PPP untuk menyalurkan aspirasi politiknya.

Muktamar NU ini menurut reneana akan dihadiri 4.500 sampai 5.000 peserta. Penampungan peserta akan dipisahkan antara peserta wanita dan peserta pria. Peserta pria ditempatkan di Situbondo sedang wanita di Probolinggo.

Tidak Terpancing

Kepada Presiden juga dilaporkan hasil kunjungan Menteri Agama ke 11 propinsi beberapa waktu lalu. Dikarenakan, situasi kehidupan beragama di daerah-daerah cukup mantap, dan tidak ada pengaruh “peristiwa Tanjung Priok”.

“Masyarakat karena pengalaman lalu, tidak mudah terpancing isu-isu dari peristiwa Tanjung Priok”, ujar Menteri. Sebagai contoh ia menunjukkan spontanitas masyarakat ketika menyambut kunjungan Pangab/ Pangkopkamtib ke pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (14/11/1984)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 836.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.