PRESIDEN BERIKAN PERHATIAN PADA PENGANGGUR

PRESIDEN BERIKAN PERHATIAN PADA PENGANGGUR[1]

 

Jakarta, Merdeka

Pemerintah akan menyalurkan mereka yang kehilangan pekerjaan akibat krisis moneter ke sektor perdagangan di desa-desa. Lokasi penampungan dagangnya akan disiapkan oleh Pemda setempat.

Menaker Abdul Latief mengatakan itu usai bersama Menpera Akbar Tanjung melapor kepada Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Jakarta, kemarin. Kedua menteri ini melaporkan masalah proyek padat karya dan pembangunan perumahan RS/RSS.

Presiden menginstruksikan dilakukan langkah-langkah membantu mereka yang kehilangan pekerjaan. Menaker juga akan membicarakan dengan Menteri Perindustrian dan Koperasi untuk mendorong mereka menjadi usahawan kecil dan didorong kalau pulang ke desa mendapat bantuan Takesra dan Kukesra berwirausaha.

Para Gubernur, kata Latief, diminta membuat tempat penampungan berdagang. Dengan demikian, mereka yang menganggur bisa menjadi wiraswasta atau berjualan di tempat-tempat tertentu yang dipromosikan sebelumnya.

Sementara itu, Menpera mengemukakan Bank Tabungan Negara (BTN) akan terus memberikan kredit bagi pengadaan rumah sederhana dan sangat sederhana (RS/RSS) dengan suku bunga rendah. Untuk program itu, BTN telah memproyeksikan pembangunan sekitar 70 ribu sampai 80 ribu unit rumah dalam anggaran tahun ini.

Selain mengenai proyek perumahan untuk masyarakat golongan ekonomi lemah, kepada Kepala Negara juga dilaporkan mengenai proyek padat karya untuk mengatasi pengangguran akibat krisis ekonomi.

Dilaporkan pula tentang pembangunan perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah dengan penempatan dana Jamsostek sebesar Rp.1 triliun di BTN. Bank ini sudah memproyeksikan untuk mendukung pendanaan pembangunan sekitar 70-80.000 unit rumah yang ditunjukkan bagi masyarakat berpendapatan rendah dengan dana dari Jamsostek.

Presiden berpesan agar program pengadaan rumah bagi masyarakat berpendapat rendah diteruskan karena mereka inilah yang perlu mendapat perhatian besar. Baik itu PNS maupun non PNS.

Menurut Menpera Akbar Tanjung, BTN memberikan kredit konstruktif dengan suku bunga yang relatif rendah untuk kepentingan membangun RS/RSS maupun kredit pemilikan rumah atau KPR dengan bunga yang dipatok dari pemerintah sebesar 8,5 persen untuk RSS, 11 persen untuk RS, dan 14 persen untuk rumah sederhana yang lebih besar.

Sedangkan mengenai pembangunan rumah untuk kalangan menengah ke atas, kata Menpera, sekarang ini memang sedang mengalami stagnan karena suku bunga untuk kreditnya yang tinggi, cost of money juga tinggi, termasuk KPR nya. Bahkan bank-bank swasta yang selama ini memberikan KPR untuk perumahan menengah ke atas sekarang tidak lagi memberikan KPR.

Karena itu boleh dikatakan, pembangunan perumahan untuk golongan ini sedang mengalami situasi yang memang berhenti, karena adanya suku bunga yang tinggi, dan ada pengembang-pengembang yang memang mengalami kesulitan besar. Untuk itu saya melaporkan kepada Presiden bahwa pengembang-pengembang itu harus konsolidasi dan bilamana perlu mencairkan sebagian aset-asetnya untuk dapat meneruskan kegiatan-kegiatan pembangunan perumahannya.

Menpera juga melaporkan kegiatan peringatan lima tahun Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden pada 14 Januari 1993. Pembangunan perumahan dengan dukungan dana dari Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil tersebut, kata Menpera, dalam Repelita VI ini diproyeksikan sebanyak 500.000 unit rumah sampai 600.000 unit rumah.

Tetapi dari target 500.000 unit rumah tersebut, sebesar 50% di antaranya untuk PNS. Yakni sampai Desember 1997, PNS sudah mendapat sekitar 280.000 unit rumah. Jadi sudah melampaui target Repelita VI. (FN)

Sumber : MERDEKA (17/01/1998)

__________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 838-839.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.