PRESIDEN BERDUKA ATAS WAFATNYA PROF ALI HASJMI

PRESIDEN BERDUKA ATAS WAFATNYA PROF ALI HASJMI[1]

 

 

Banda Aceh, Suara Karya

Presiden Soeharto turut berduka cita atas meninggalnya tokoh agama, negarawan, sejarawan dan seniman yang menjadi panutan masyarakat Aceh, Prof. Ali Hasjmi, akibat serangan jantung. Mantan Gubernur Aceh yang kini menjabat sebagai Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Propinsi Aceh meninggal dalam usia 84 tahun di RSU dr. Zainul Abidin Banda Aceh, Minggu (18/1).

Jenazahnya dikebumikan Senin siang (19/1) di perkuburan umum Lamiemuen Timur, Banda Aceh dengan upacara militer, dipimpin Pangdam-I/Bukit Barisan Maxjen TNI Tengku Rizal Nurdin.

Dua putra almarhum, Ir. Surya Hasjmi dan dr. Mulya Hasjmi, Senin (19/1) kepada wartawan mengatakan, selain dari Presiden Soeharto, ucapan belasungkawa juga diterima dari para Menteri Kabinet dan Panglima ABRI Jenderal TNI Faisal Tanjung, termasuk dari kaLangan negara sahabat.

Profesor Ali Hasjmi yang nama aslinya Muhammad Ali bin Hasjim, lahir di desa Montasik, Kabupaten Aceh Besar tahun 1914. Ulama yang sekaligus negarawan, sejarawan dan sastrawan ini mulai meniti karir di bidang pemerintahan pada tahun 1946 sebagai Kepala Jawatan Daerah. Kemudian pada tahun 1949 diangkat sebagai Inspektur Kepala Jawatan Sosial Daerah.

Pada tahun 1957 menjabat Kepala Bagian Umum pada Jawatan Bimbingan dan Perbaikan Sosial, Kementerian Sosial di Jakarta. Tahun 1960-1964, menjabat sebagai Gubernur Aceh yang pertama. Dua tahun kemudian (1966) menjadi anggota Kabinet Menteri Dalam Negeri.

Prof. Ali Hasjmi yang hingga kini masih menjabat sebagai Ketua MUI, Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh dan Ketua DMI (Dewan Mesjid Indonesia) Propinsi Aceh, pernah memperoleh penghargaan ‘bintang Utama’ dari Pemerintah Mesir. Sebagai sastrawan, pengarang 56 buku sejarah dan sastra ini juga memperoleh ‘Bintang Penghargaan’ dari Masyarakat Sejarawan Indonesia, serta mantan Rektor IAIN Jamiah Ar Ranimiry Banda Aceh ini juga memperoleh penghargaan ‘Bintang Maha Putra Utama’ dan ‘Bintang Perintis Kemerdekaan’ dari Pemerintah RI. (KA-6)

Sumber : SUARA KARYA (20/01/1998)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 842-843.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.