PRESIDEN BENTUK TIM KOORDINASI PENINGKATAN EKSPOR KE TIMTENG

PRESIDEN BENTUK TIM KOORDINASI PENINGKATAN EKSPOR KE TIMTENG [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto memutuskan membentuk tim koordinasi peningkatan ekspor ke Timur Tengah dengan tugas utama mengkoordinasi, mendorong serta menunjang pemanfaatan kesempatan kerja maupun peningkatan ekspor jasa dan barang-barang Indonesia. Melalui Keppres No. 36/1977 tertanggal 20 Juli 1977 Presiden menunjuk Menteri Perdagangan Radius Prawiro sebagai Ketua Tim dan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi Soebroto sebagai Ketua pengganti.

Sedang para anggotanya yang berjumlah sembilan orang terdiri dari unsur-unsur Depnakertranskop, Departemen Perindustrian, Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Departemen Keuangan, Departemen Kehakiman, Departemen Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri serta Bank Indonesia.

Sebagai Sekretaris Eksekutif oleh Menteri Perdagangan ditunjuk Dr. Zainul Yasni, Ketua Pusat Pengembangan dan Pemasaran Hasil Pertanian BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional).

Tugas Tim

Dalam melaksanakan tugasnya tim koordinasi ini berfungsi mengumpulkan informasi yang diperlukan dari Timur Tengah mengenai kesempatan-kesempatan mendapatkan kontrak bangunan dan pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan konstruksi dan lainnya.

Disamping itu juga mendorong para pengusaha Indonesia untuk mendapatkan kontrak tersebut serta membantu mereka memenuhi syarat-syarat yang diperlukan.

Tugas lainnya meliputi pengumpulan informasi mengenai pasaran barang-barang Indonesia di Timur Tengah serta mendorong para pengekspor Indonesia meningkatkan ekspornya ke kawasan tersebut, membantu tenaga-tenaga Indonesia untuk mendapatkan lapangan kerja di Timur Tengah dengan syarat-syarat menguntungkan serta melakukan usaha lain yang dapat meningkatkan ekspor jasa dan barang ke Timur Tengah. Tim koordinasi peningkatan ekspor ini bertanggungjawab kepada Presiden sedang tata ketjanya akan diatur lebih lanjut oleh pimpinan team.

Pembentukan tim ini dilakukan mengingat perkembangan kawasan Timur Tengah sebagai daerah pasaran baru cukup memberikan kemungkinan untuk meningkatkan ekspor jasa dan barang-barang Indonesia. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (23/07/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 478-479.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.