PRESIDEN : “BANJIRI” PASAR DENGAN BARANG GUNA TEKAN INFLASI

PRESIDEN : “BANJIRI” PASAR DENGAN BARANG GUNA TEKAN INFLASI[1]

 

Jakarta,Antara

Presiden Soeharto memerintahkan para menteri ekonomi untuk menyediakan semua kebutuhan pokok masyarakat di pasar agar angka inflasi terus bisa rendah.

“Presiden minta para menteri untuk ‘membanjiri’ pasar dengan kebutuhan rakyat agar inflasi bisa ditekan.” kata Menpen Harmoko di Bina Graha, Rabu ketika menjelaskan hasil Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekku,Wasbang, Indag.

Perintah Kepala Negara tentang harus disediakannya barang kebutuhan rakyat itu adalah karena inflasi pada bulan Juni adalah minus atau deflasi 0,07 persen. Hal itu disebabkan karena indeks kelompok makanan minus 0,50 persen.

Harmoko mengatakan deflasinya kelompok makanan itu disebabkan karena subsektor bumbu-bumbuan menunjukkan minus 9,4 persen, ternak minus 2,2 persen serta telur dan susu minus 1,52 persen.

“Inflasi yang rendah pada bulan Juni itu menunjukkan bahwa inflasi sebenarnya bisa dikendalikan. Karena itu kebutuhan rakyat harus dicukupi. Selain masalah mencukupi kebutuhan rakyat, masalah angkutannya harus diperhatikan pula.” kata Harmoko mengutip Presiden.

Untuk menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat pada hari Natal, Tahun

Baru 97 serta Idul Fitri 97, maka Presiden memerintahkan para menteri menyiapkan nya sejak sekarang sehingga tidak terjadi gejolak.

Menurut Menpen, angka deflasi pada bulan Juni itu merupakan yang kedua kalinya tahun ini setelah bulan Maret yang menunjukkan minus 0,61 persen.

Inflasi yang minus 0,07 persen pada bulan Juni itu mengakibatkan inflasi pada tahun takwim 4,03 persen dibanding periode yang sama tahun 95 sebesar 5,38 persen dan tahun anggaran 0,77 persen yang berbanding 2,34 persen pada periode yang sama tahun 95.

Hannoko juga menyebutkan nilai ekspor pada bulan April adalah 4,010 miliar dolar AS dibanding impor 3,644 miliar dolar AS sehingga tercapai surplus 366, 44 juta dolar.

Ekspor 4,010 miliar dolar AS itu terdiri atas migas 999 juta dolar dan nonmigas 3,071 miliar dolar AS. Sementara itu impor 3,644 miliar dolar AS itu terdiri atas migas 263 juta dolar AS dan nonmigas 3,381 miliar dolar AS.

Menpen mengatakan ekspor selama periode Januari-April 95 mencapai 15,251 miliar dolar AS dibanding impor 13,261 miliar dolar AS sehingga Indonesia surplus 1,989 miliar dolar AS.

Dalam sidang yang dihadiri pula oleh Wapres Try Sutrisno, Menko Polkam Soesilo Soedarman, Menhankam Edi Sudradjat serta Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung, juga dibicarakan jumlah uang beredar sebanyak Rp 53,58 triliun.

Sementara itu, Menparpostel Joop Ave melaporkan masalah pembuatan patung Garuda Kencana di Bali, yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 30 miliar.

“Presiden mengatakan proyek ini bukan merupakan kegiatan mercu suar. Khusus mengenai dananya, Kepala Negara minta agar penggunaannya harus transparan (terbuka, red).” kata Harmoko.

Sumber : ANTARA (03/07/1996)

___________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 331-332.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.