PRESIDEN : BANGUN DEPO DOLOG DAN BBM DI DAERAH TERPENCIL

PRESIDEN : BANGUN DEPO DOLOG DAN BBM DI DAERAH TERPENCIL[1]

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memerintahkan pimpinan Bulog dan Pertamina untuk segera membangun depo (gudang kecil) di daerah terpencil untuk membantu masyarakat menghadapi masa paceklik.

“Presiden minta Bulog membangun gudang gudang kecil di daerah terpencil.” Kata Menpen Harmoko kepada pers di Bina Graha, Rabu ketika menjelaskan hasil Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekku, Wasbang dan Prodis yang dipimpin Kepala Negara.

Dengan dibangunnya gudang gudang kecil oleh Bulog serta depo BBM oleh Pertamina di berbagai daerah terpencil maka diharapkan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dalam jumlah yang cukup.

Presiden menginginkan pembangunan gudang dan depo kecil itu karena dalam beberapa bulan mendatang, yaitu November 96-Januari 97, petani akan menghadapi musim paceklik dan nelayan akan menghadapi musim angin barat.

Depo-depo kecil itujuga harus dibangun karena sebentar lagi masyarakat akan menghadapi hari-hari penting yaitu Natal 96, Tahun Baru 97, bulan puasa serta Idul Fitri 97, dimana kebutuhan umumnya meningkat.

Dalam sidang itu, Kepala Bulog Beddu Amang melaporkan bahwa untuk menghadapi hari-hari besar itu, Bulog akan mengadakan operasi pasar bagi komoditi yang dikuasainya, yang dilakukan sesuai dengan perkembangan harga di daerah­daerah.

Sementara itu, untuk komoditi yang tidak dikuasainya, Bulog akan bekerjasama dengan berbagai organisasi seperti wadah yang menampung para penyalur produk­ produk bersangkutan.

Ketika menjelaskan masalah inflasi, Harmoko menyebutkan pada bulan Oktober, angka itu mencapai 0,41 persen sehingga untuk tahun takwim berjurnlah 5,35 persen dan tahun anggaran 2,09 persen.

Pada tahun takwim 95, untuk periode yang sama tercatat angka yang lebih tinggi yaitu 7,43 persen dan tahun anggaran 95/96 tercatat angka yang juga lebih tinggi 4,39 persen.

Menurut Harmoko, inflasi 0,41 persen itu disebabkan naiknya harga pada kelompok perumahan sebesar 0,52 persen, aneka barang dan jasa 0,98 persen, sandang 0,19 persen serta makanan yang minus 0,04 persen.

Surplus

Menpen Harmoko menjelaskan pula bahwa ekspor bulan Agustus mencapai 4,317 miliar dolar AS yang terdiri atas migas 971,49 juta dolar AS dan komoditi nonmigas 3,345 mi1iar dolar AS.

Sementara itu, impor mencapai 3,379 miliar dolar AS yang terdiri atas migas 205,28 juta dolar AS dan nonmigas 3,174 miliar dolar AS sehingga dalam satu bulan itu, Indonesia menikmati surplus 937,9 juta dolar AS .

Menpen mengatakan selama periode Januari-Agustus tahun ini ekspor 31,868 miliar dolar AS yang terdiri atas migas 7,309 miliar dolar AS dan nonmigas 24,559 rniliar dolar AS. Impor 28,229 miliar yang terdiri atas migas 2,218 miliar dolar AS dan nomigas 26,010 rniliar sehingga terjadi surplus 3,639 rniliar dolarAS.

Dalam sidang yang berlangsung sekitar dua setengahjam itu dibahas pula masalah pariwisata. Pada bulan September dari sektor tersebut dihasilkan 419 juta dolar AS  sehingga selama periode Januari-September, berhasil diraup devisa 3,781 miliar dolar AS.

Ketika mengomentari perkembangan sektor pariwisata, Kepala Negara mengingatkan bahwa para pengusaha yang ingin menanamkan modal di sektor itu harus dilayani sebaik mungkin.

“Jika mereka ini sampai kena pungli, maka harus dilaporkan siapa yang melakukannya, kapan sehingga bisa ditertibkan.” kata Harmoko mengutip instruksi Presiden.

Pada sidang yang dihadiri Wapres Try Sutrisno, Menko Polkam Soesilo Soedarman, Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung serta Menhankam Edi Sudradjat itu, juga dibahas masalah pertanian.

Presiden memberi nama bagi beberapa varietas padi danjagung yang tahan hama seperti Cilamaya dan Cirata untuk padi serta Surya dan Semar III untuk jagung unggul.

Sumber : ANTARA (06/11/1996)

_________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 489-491.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.