PRESIDEN: APEC BUKAN SEKEDAR SUATU KEINGINAN

PRESIDEN: APEC BUKAN SEKEDAR SUATU KEINGINAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto selaku Ketua APEC di Istana Bogor, Selasa, menyatakan bahwa Kerjasama Ekonomi Asia Pasiftk (APEC) bukan sekedar suatu keinginan, melainkan merupakan sesuatu yang bisa diwujudkan.

Dalam tanya-jawab dengan wartawan usai Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC (AELM), Kepala Negara menjelaskan bahwa yang ingin dicapai adalah keadaan yang lebih baik dari sekarang, dan bukannya yang lebih buruk. Menjawab pertanyaan wartawan Amerika mengenai hak azasi manusia (HAM), ia menyatakan bahwa para pemimpin ekonomi APEC menginginkan adanya kerjasama saling menghormati dan saling menguntungkan.

Apabila ada sesuatu masalah HAM, maka satu sama lain akan saling menyampaikan untuk saling membantu, dan bukan untuk saling koreksi. Menyinggung perdagangan bebas, ia mengemukakan bahwa Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) yang semula direncanakan akan dilak:sanakan pada tahun 2008 akhirnya dapat dipercepat menjadi tahun 2003.

“Bila AFTA bisa, APEC juga bisa,”tandas Kepala Negara.

Sementara itu menjawab pertanyaan wartawan Indonesia mengenai dialog Utara­ Selatan di kalangan anggota APEC, ia mengemukakan bahwa AELM sudah mewujudkan dialog Utara-Selatan di dalam APEC karena anggotanya terdiri atas negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada dan Australia, serta negara industri baru seperti Singapura, Korea dan Taiwan.

Tanya-Jawab

Berikut adalah tanyajawab yang disunting redaksi antara Presiden Soeharto sebagai Ketua APEC dengan para wartawan di Istana Bogor, Jakarta, seusai Kepala Negara menyampaikan pidato deklarasi APEC.

Wartawan yang mengajukan pertanyaan adalah dari Indonesia kemudian dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Thailand dan negara non-APEC.

Tanya (T) :Apakah hasil komitmen politik APEC dalam bidang perdagangan dan investasi akan memperkuat dialog Utara-Selatan. Presiden Soeharto (PS): APEC beranggotakan 18 negara yang terdiri atas negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Selandia Baru, Australia dan negara industri baru seperti Singapura, Korea, Hongkong, Taiwan serta sisanya adalah negara berkembang.

Pesan KTT GNB Jakarta untuk mengadakan dialog Utara -Selatan juga telah dirintis dan diputuskan, tinggal menunggu pelaksanaannya oleh PBB. APEC dengan demikianj uga telah mempelopori dialog Utara-Selatan.

T: Pertanyaan pertama, bagaimana Presiden menangani masalah Timtim dan yang kedua adanya perbedaan standar dan nilai mengenai HAM antara sesama anggota APEC.

PS: Pertanyaan kedua adalah masa lah HAM itu tidak dibicarakan di sini (AELM). Namun sesama anggota APEC melakukan dialog untuk mendekatkan pandangan dan kita ingin beketja sama, saling menghonnati dan saling menguntungkan.

Jadi jika ada sesuatu hal maka akan disampaikan bukan untuk saling koreksi tetapi untuk saling membantu. Sedangkan mengenai masa lah Timtim, akan dibahas dalam waktu lebih lama dalam suatu konferensi yang akan diadakan oleh Indonesia sendiri.

T: Bidang apa yang akan dibahas secara lebib detail.

PS: Dengan sendirinya para menteri ditugaskan untuk merinci dan melaksanakannya secara lebib mendetail dalam pertemuan selanjutnya.

T: Bagaimana Presiden mengambarkan situasi dunia pada tahun 2020 dan bagaimana pendapat Bapak mengenai peran Jepang dalam kawasan Asia Pasifik.

PS: Belum bisa kita gambarkan karena hal itu merupakan suatu tekad, namun yang jelas harus diwujudkan pada talmn 2020 adalah keadaan yang lebih baik daripada keadaan sekarang bagi kesejahteraan manusia. Mudah-mudahan saudara bisa menyaksikan panjang umur tmtuk menyaksikan keadaan tahun 2020 itu.

T: Jaminan apa yang bisa diberikan agar perdagangan bebas tidak sekedar kata kosong dalam tubuh APEC dan apakah ASEAN harus mempercepat proses pelaksanaaan AFTA.

PS: Kita harus bekerja keras dengan dasar dan estimasi yang tepat, sedangkan AFTA memang lebih maju karena tadinya sasaran terbentuknya kawasan perdagangan bebas adalah tahun 2008, namun kemudian diperpendek menjadi tahun 2003. Jika AFTA mampu melakukan hal itu, maka APEC juga marnpu melakukan hal tersebut.

T: Apakah APEC hanya akan menjadi skema kesepakatan mulitilateral seperti yang disebut GATT atau menjadi kelompok regional yang tertutup.

PS: Landasan konstitusional kita  adalah GATT atau WTO (Organisasi Perdagangan Dunia). Kita buktikan bahwa APEC tidak sekedar keinginan, namun bisa diwujudkan.

Mudah-mudahan saudara dapat menyaksikan langkah dan hasil APEC yang bekerja dengan landasan GATT dan WTO itu. APEC juga tidak akan menjadi organisasi yang bersifat tertutup, jadi APEC tidak hanya untuk negara di kawasan Asia-Pasiflk, tetapi juga di luar kawasan itu. (T-PE06!EU03/ 18.00/B!EUO1118:14/RU3/18.25)

Sumber: ANTARA(lS/ 11/ 1994)

______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 442-444.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.