PRESIDEN AKAN RESMIKAN REAKTOR ATOM DI YOGYA

PRESIDEN AKAN RESMIKAN REAKTOR ATOM DI YOGYA

PRESIDEN SOEHARTO menurut rencana tanggal 1 Maret yang akan datang, akan meresmikan reaktor atom dan kompleks Pusat Penelitian Tenaga Atom dari Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) di Babarsari, beberapa kilometer dari Yogyakarta.

Pusat penelitian itu merupakan salah satu dari empat fasilitas BATAN dewasa ini, yang terdiri dari Pusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jum’ at di Jakarta, Direktorat Survai Geologi di Jakarta, Pusat Reaktor Atom Bandung di Bandung dan Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama di Yogyakarta.

Sejarah BATAN

Menurut catatan yang diperoleh Antara, perkembangan penting dalam sejarah BATAN sejak dibentuknya Panitia Negara untuk penyelidikan radio aktivitas tahun 1954, secara kronologis sebagai berikut :

1954 Pembentukan Panitia Negara untuk penyelidikan radio aktivitas (Keppres No. 230 tahun 1954), yang diketuai Prof. GA. Siwabessy.

1957 Indonesia menjadi anggota Badan Tenaga Atom lnternasional (IAEA) Indonesia menjadi salah satu anggota Dewan Gubernur yang pertama dari IAEA itu.

1958 Pembentukan Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom dengan PP. No. 65 tahun 1958, 1959 Preliminary Asistance Mission IAEA ke Indonesia.

1960 Kerjasama dengan USA "Cooperation Agreement" dan kerjasama dengan Uni Sovyet berupa pembelian reaktor IRT 2000 dan perangkat nuklir sub kritik.

1961 Kerjasama dengan ITB Bandung mengenai pembangunan reaktor ”Triga Mark II", dan kerjasama dengan Universitas Gajah Mada mengenai "Penggunaan perangkat sub kritik".

Disamping itu peletakan batu pertama gedung Rektor Triga Mark II. 1962 Seminar Tenaga Atom pertama di Bandung dan Presiden Laboratorium Radio Isotop dan Perangkat Sub Kritik di Yogyakarta.

1964 Reaktor Triga Mark II di Bandung mencapai tahap kritik. Undang2 Pokok Tenaga Atom disahkan DPR RI.

1965 Peletakan batu pertama Gedung IRT 2000 di Serpong. Lembaga Tenaga Atom dirubah menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (Keppres No. 206 tahun 1965) Pembentukan Pusat Reaktor Atom di Bandung

1966 Pembentukan Pusat Penelitian Atom Gama Yogyakarta

1967 Pembentukan Pusat Penelitian Atom Gama Yogyakarta

1968 Pembentukan Direktorat Survai Geologi dan Penemuan Penggunaan Iradiator Cabalt 60 dipusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jum’ at oleh Presiden Republik Indonesia

1969 Kontrak riset pertama untuk BATAN dan TABA 1970 Peresmian klinik kedokteran nuklir di Bandung (PRAB)

1971 Peningkatan daya reaktor Triga Malk II dan 250 KW menjadi 1.000KW 1972 Surat Keputusan bersama BATAN Departemen PUTL tentang pembentukan Komisi Persiapan Pembangunan Pusat Tenaga Listrik Nuklir. Likwidasi Pusat Reaktor Atom Serpong (Keppres No. 46 tahun 1972).

1973 Prof. A. Baiquni M.Sc. Ph.D. diangkat sebagai Direktur Jenderal BATAN menggantikan Prof. G.A. Siwabessy. Rapat kerja pertama antara DPR/Komisi VI dengan BATAN.

1974 Pembentukan Badan Pembina Kerjasama BATAN – ITB Sidang Pertama Dewan Tenaga Atom. Peresmian Gedung Laboratorium pertama di Pusat Penelitian Tenaga Atom Gama.

Kerjasama dengan Universitas Gajah Mada dalam bidang penelitian dan pendidikan.

1975 Dikeluarkan PP. No. 11 tahun 1975 tentang keselamatan kerja terhadap radiasi PP. No. 12 tahun 1974 tentang izin pemakaian zat radioaktif dan atau sumber radiasi lainnya. PP No. 13 tahun 1975 tentang pengaturan zat radioaktif

1976 Dibentuk Panitia Bersama Pembangunan dan Pengawasan Tenaga Atom di bidang Kesehatan, antara BATAN dengan Dep. Kesehatan. Penandatanganan kerjasama antara Pemerintah RI dan Rep. Federasi Jerman dalam bidang tenaga atom.

Kerjasama dengan Universitas Indonesia dalam bidang pendidikan tenaga atom. Penggunaan laboratorium pengolahan bahan galian nuklir oleh Direktorat Survai Geologi. (DTS)

Yogyakarta, Antara

Sumber: ANTARA (25/02/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 427-428.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.