PRESIDEN AKAN RESMIKAN JEMBATAN BARELANG

PRESIDEN AKAN RESMIKAN JEMBATAN BARELANG[1]

 

Jakarta, Republika

Presiden Soeharto menginstruksikan agar Pulau Batam dikembangkan menjadi area industri yang bisa memberikan peningkatan harga besar. Itu disampaikan ketika menerima Ketua Otoritas Pulau Batam Junus Effendi (JE) Habibie di kediaman Jalan Cendana Jakarta. Saya siap melaksanakan tugas Ketua Badan Otoritas Pulau Batam. Saya akan lebih banyak di lapangan, papar JE Habibie yang akrab dipanggil Fanny kemarin.

Otoritas Batam yang berada langsung di bawah Presiden itu diharapkan mampu menjadi kawasan ekspor. Sejak dikembangkan belasan tahun lalu, investasi yang telah ditanamkan mencapai lebih 6,4 miliar dolar AS.

Terdiri atas 1,4 miliar dolar AS dana pemerintah guna mengembangkan infrastruktur dan sisanya dana swasta. Kepada Presiden dilaporkan pula selesainya pembangunan jembatan terpanjang yang menghubungkan pulau Batam, Rempang dan Galang (Barelang). Presiden akan meninjau sekaligus meresmikan jembatan ini.

Batam memang diutamakan sebagai daerah industri untuk ekspor, jumlah ekspor dari pulau ini mencapai 10persen ekspor nasional. Ekspor terbesar utama adalah elektronik yang pada tahun 1996berjumlah 2,5 miliar dolar AS. Juga ekspor alat bor laut mencapai 70 juta dolar AS dan lain-lain sekitar 88 juta dolar. dam/ris

Sumber : REPUBLIKA (02/04/1998)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 845.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.