PRESIDEN AKAN BERTEMU PM LI PENG

PRESIDEN AKAN BERTEMU PM LI PENG[1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto hari Kamis (29/2) ini dijadwalkan meninggalkan Jakarta menuju ke Bangkok, akan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral antara lain dengan PM Cina Li Peng dan Presiden Perancis Jacques Chirac. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Uni Eropa (KTT ASEM) tanggal 1 sampai 2 Maret 1996. Demikian Menteri Sekretaris Negara Moerdiono kepada wartawan di Jakarta hari Rabu (28/2).

“Sampai kemarin yang telah menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden antara lain PM Li Peng dari RRC, Presiden Perancis Jacques Chirac, Presiden Irlandia dan Denmark.” ujar Mensesneg.

Menurut Mensesneg, sifat KTT ASEAN ini informal, sehingga tidak ada agenda resmi. Tapi, katanya lanjut, para pemimpin sepakat untuk menggunakan sejumlah bahan rujukan seperti peningkatan dialog politik antara Asia dan Eropa, peningkatan dialog kerja sama ekonomi dan berbagai bidang lainnya.

“Dan yang penting adalah bagaimana arah selanjutnya dari KTT tersebut.” kata Mensesneg.

Dijelaskan pula dalam KTT ini, Presiden Soeharto akan mengemukakan pandangan-pandangan mengenai posisi Indonesia. Jadi, katanya, walaupun pertemuan ini tidak resmi, tapi karena KTT tentu diharapkan akan terjadi dialog, di mana para pemimpin akan mengemukakan keprihatinan terhadap masalah-masalah bersama yang dihadapi oleh kedua benua, khususnya dunia pada umumnya.

Menurut Moerdiono, Kepala Negara menilai pertemuan ini penting karena berlangsung setelah berakhirnya Perang Dingin dan pada saat dunia sedang memasuki era baru yang dikenal sebagai era globalisasi dan saling ketergantungan atau saling membutuhkan antara bangsa-bangsa di dunia ini makin hari makin terasa.

Presiden juga berpendapat, sekarang tiba saatnya untuk mengembangkan kemitraan dengan semangat baru. Artinya kata Moerdiono, semua negara perlu saling membantu, perlu meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan.

Ditanya mengenai kemungkinan masalah Timor Timur dalam KIT ini, Moerdiono mengingatkan agar hal ini dipikirkan sebaik mungkin karena itu bukan merupakan kepentingan bersama Asia dan Eropa.

Sementara itu Menko Prodis Hartarto seusai bertemu Presiden Soeharto di Istana Merdeka hari Selasa menjelaskan KTT ASEM di Bangkok dihadiri para pemirnpin dari Brunei Darussalam, Denmark, Yunani, Austria, Perancis, Jepang, Spanyol, Jepang, Irlandia, Thailand, Portugal, Luxsemburg, Belanda, Vietnam, Filipina, Jerman, Cina, Jerman, Inggris, Korea, Finlandia, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Sumber : KOMPAS (15/07/1996)

_____________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 170.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.