PRESIDEN AKAN AJAK DUBES2 ASEAN UNTUK LIHAT TIMOR TIMUR

PRESIDEN AKAN AJAK DUBES2 ASEAN UNTUK LIHAT TIMOR TIMUR

Presiden Soeharto dalam kunjungan dua harinya ke Timor Timur yang direncanakan pada tanggal 16 dan 17 Juli mendatang akan mengajak para duta besar negara-negara anggota ASEAN untuk melihat perkembangan propinsi ke 27 Indonesia tersebut.

Hal itu dijelaskan Menteri Sekretaris Negara Sudharmono atas pertanyaan wartawan di Bina Graha, hari Sabtu.

Sudharmono mengatakan bahwa rombongan Presiden, diantaranya Ny. Tien Soeharto, akan mendarat dengan pesawat besar di Baucau dan baru kemudian mengadakan perjalanan dengan pesawat jenis Fokker yang lebih kecil ke daerah2 lain.

Ia membenarkan bahwa lapangan terbang Baucau dapat melayani pesawat terbang jenis DC-10.

Acara Presiden di Timor Timur, antara lain akan memberikan sambutan pada peringatan HUT ke-2 integrasi Timor Timur kedalam Indonesia yang akan dilangsungkan dalam sidang istimewa DPRD Timor Timur.

Disamping itu, Kepala Negara akan mengadakan peninjauan ke beberapa proyek pembangunan. Kepala Negara dan rombongan akan bermalam di Dili.

Sudharmono membenarkan, memang banyak wartawan2 asing yang menyatakan keinginannya untuk dapat meliput kunjungan Kepala Negara ke Timor Timur itu.

Tetapi, katanya, berapa besamya rombongan akan disesuaikan dengan fasilitas akomodasi dan transportasi yang ada.

Ketika ditanya apakah setelah kunjungan Presiden itu, Timor Timur akan dibuka untuk umum, Sudharmono mengatakan bahwa diharapkan setelah kunjungan Kepala Negara itu akan ada jalur penerbangan dan kapal laut untuk umum ke wilayah tersebut.

Menhankam Akan Mendahului

Sementara itu, Menhankam Jenderal TNI M. Yusuf, setelah diterima Presiden menjelaskan bahwa persiapan mengenai kunjungan Kepala Negara itu sudah rampung.

Menhankam akan mendahului pergi ke Timor Timur, sehari sebelum Presiden dan rombongan tiba. Ia akan menuju Timor Timur setelah mengadakan kunjungan kerja ke Banjarmasin, Balikpapan dan Manado yang akan dimulainya hari Senin mendatang.

Kepada Presiden, ia juga melaporkan hasil kunjungannya ke Kodam 17 Agustus dan Kodam IV Sriwijaya baru2 iniserta masalah2 yang dikeljakan oleh Departemen Hankam dalam rangka meningkatkan stabilitas di seluruh tanah air.

Yusuf tidak bersedia menjelaskan masalah2 apa yang sedang digarapnya itu. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (08/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 675-676.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.