PRESIDEN AJAK SEMUA PIHAK TAHAN DIRI DAN KENDALIKAN NAFSU

PRESIDEN AJAK SEMUA PIHAK TAHAN DIRI DAN KENDALIKAN NAFSU[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengajak semua pihak senantiasa berupaya menahan diri dan mengendalikan nafsu, tingkah laku dan tindakan, sehingga berkat dan rahmat Allah akan tercurah kepada seluruh bangsa Indonesia.

“Al-Quran mulai turun pada bulan Ramadan dan dalam bulan inilah umat Islam diwajibkan berpuasa. Inti ibadah puasa adalah mengendalikan nafsu, dekat, taqarub kepada Allah serta senantiasa menebarkan kedamaian terhadap sesama.” kata Presiden Soeharto pada peringatan Nuzulul Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu.

Menurut Presiden, orang yang mampu mengendalikan nafsu, tindakan dan tingkah lakunya akan mencerminkan rasa kasih sayang terhadap sesama serta senantiasa mempertimbangkan akal sehat dan memikirkan kemaslahatan bersama.

“Mengendalikan nafsu juga mendidik kita menjadi sabar dalam menghadapi segala malapetaka dan memberi kekuatan batin dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam menghadapi setiap kesalahan dan penyimpangan, ia senantiasa menempuh jalur hukum yang berlaku, seraya berdoa kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk, tidak mencerca dan mencaci maki.” ujar Presiden.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam pembangunan, kata Presiden, adalah kenyataan bahwa bangsa Indonesia harus berlomba dengan waktu yang akan terasa berlalu dengan cepat.

“Bila kita tidak bisa menggunakan dengan tepat, maka kita akan makin ketinggalan. Kita akan makin ditinggalkan oleh kemajuan zaman dan tertinggal dari bangsa lain yang sudah lebih maju.” ujar Presiden Soeharto.

Selain itu, sebagai bangsa religius, kata Presiden Soeharto, “Kita tidak ingin kesadaran beragama bangsa kita memudar, sebab bagi bangsa Indonesia, agama mempunyai nilai sangat penting bagi ketahanan mental dan spiritual bangsa. Kuatnya rasa keagamaan adalah salah satu kekuatan budaya bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan rohani bangsa.”

Dalam mengembangkan kehidupan beragama itu, Al-Quran menegaskan bahwa seluruh umat manusia adalah satu umat, tambah Presiden, Nabi Muhammad juga mengajarkan bahwa seluruh umat manusia adalah suatu keluarga llahi.

“Karena itu, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus memperjuangkan kesejahteraan semua dan setiap warga negara tanpa pilih kasih. Kita tidak mempersoalkan apa pun suku dan ras mereka, apa pun agama dan kepercayaan mereka. Kita memperjuangkan persatuan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.” ujar Presiden.

Berkaitan dengan peringatan Nuzulul Quran itu, Presiden menekankan bahwa pembangunan ahlak suatu bangsa sangat penting, sebab kemerosotan ahlak dapat berakibat kehancuran suatu bangsa.

“Kita semua berharap, peringatan Nuzulul Quran kali ini akan menambah segar kesadaran  kita untuk membangun  diri dan masyarakat,  sehingga kita berhasil mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia, manusia dan masyarakat Pancasila.” demikian Presiden Soeharto.

(T.PU12/DN01/22:53/RPS3/23:37)

Sumber: ANTARA (25/01/1997)

________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 515-516.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.