PRESIDEN AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN PENCARlAN PENDERITA KUSTA

PRESIDEN AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN PENCARlAN PENDERITA KUSTA

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengajak masyarakat untuk meningkatkan usaha mereka mencari para penderita penyakit kusta dan penderita kusta yang sudah sembuh jangan dijauhi agar tidak merasa terasing.

Ajakan itu disarnpaikan Kepala Negara di Bina Graha, Kamis ketika menerima Panitia Penyelenggara Pekan Olahraga dan Seni Bekas Penyandang Kusta Nasional (Popertanas) yang dipimpin Ketua Panitia Ny. Siti Hardiyanti, kata Menkes Adhyatma kepada pers seusai acara itu.

Presiden memberi contoh para anggota Gerakan PKK bisa bemsaha menemukan penderita kusta di daerah mereka masing-masing. Kepala negara menunjuk PKK karena anggota gerakan ini tersebar di seluruh tanah air.

“Jika mereka baru pada tahap awal, maka penyembuhan penyakit mereka akan lebih mudah dilakukan,” kata Adhyatma mengutip ucapan Presiden. Kepala Negara juga mengharapkan masyarakat menghilangkan ketakutan mereka terhadap bekas penderita penyakit ini.

Ia mengatakan di tanah air diperkirakan terdapat 200.000 penderita penyakit kusta yang bam sekitar 102.000 orang diantaranya sudah tercatat di Departemen Kesehatan.

Biaya pengobatan tidak begitu mahal, kata Menkes .Yang paling penting adalah kesediaan penderita untuk berobat secara teratur.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (Hipsi) Ny Siti Hardiyanti yang menjadi ketua panitia pekan olahraga dan seni ini menjelaskan 500 atlit dari 27 propinsi akan mengikuti kegiatan ini yang berlangsung 13-17 Oktober di Ujungpandang.

Ia mengatakan pada kegiatan pertama di Tangerang, yang ikut serta adalah penderita. Sedangkan kegiatan di Ujungpandang dikhususkan kepada bekas penderita penyakit kusta. Pembahan ini dilakukan agar masyarakat tidak ragu mendekati bekas penderita penyakit kusta.

 

 

Sumber : ANTARA (10/10/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 603-604.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.