PRESIDEN: AGAMA TAK AKAN TERSISIH

PRESIDEN: AGAMA TAK AKAN TERSISIH[1]

 

Solo, Antara

Presiden Soeharto menegaskan bahwa agama tidak akan pernah tersisih dari kehidupan pribadi seluruh bangsa Indonesia, karena masyarakat memiliki rasa keagamaan yang sangat kuat.

“Memang ada anggapan bahwa dalam kehidupan masyarakat yang makin bertambah makmur, agama akan tersisih dari kehidupan pribadi dan masyarakat. Anggapan seperti itu tidak akan pernah terjadi di negara kita.” kata Presiden di Boyolali, Jumat.

Ketika meresmikan asrama haji Donohudan, Boyolali, serta RSUD Moewardi, Solo, Kepala Negara mengatakan peningkatan taraf kehidupan masyarakat di tanah air justru membawa pengaruh yang penting pada taraf kesadaran beragama.

“Kenyataan menunjukkan makin maju perekonomian dan makin makmur bangsa kita, maka bertambah banyak orang yang mendalami agamanya dan bertambah banyak rumah ibadat dan sarana pendidikan agama yang dibangun masyarakat sendiri.” katanya pula.

Pembangunan ekonomi di tanah air justru mendorong semakin banyaknya mesjid baik di kota besar maupun kota kecil.

“Mesjid-mesjid baru dan megah didirikan atas prakarsa masyarakat, mulai dari kota besar sampai desa-desa terpencil. Mesjid-mesjid yang mungil di ngarai-ngarai atau dataran tinggi menambah indahnya panorama serta membuat hati terasa teduh dan damai.” kata Kepala Negara ketika mengungkapkan rasa gembira dan bahagianya.

Pada acara yang dihadiri Menteri Agama Tarmizi Taher dan Gubernur Jawa Tengah Soewardi, oleh Kepala Negara dicontohkan peningkatan pendapatan umat Islam yang telah mendorong semakin banyaknya orang berkeinginan menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi.

“Dari tahun ke tahun, jumlah umat Islam yang menunaikan ibadah haji justru terus bertambah banyak, sehingga melampaui batas jatah yang ditetapkan.” kata Kepala Negara. Kuota haji Indonesia adalah 200.000 orang.

Yang sangat membahagiakan adalah bertambah banyaknya kaum tani dan penduduk pedesaan yang mampu menjalankan rukun Islam yang kelima itu.

“Islam sendiri mengajarkan bahwa hanya mereka yang mampu sajalah, terutama yang mampu secara ekonomis, yang diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji.” kata Presiden dalam acara yang semarak itu.

Ketika menekankan arti penting pembangunan sarana asrama haji berkapasitas 2.400 orang itu, yang dibangun dengan biaya Rp 25 miliar, Kepala Negara mengingatkan pembangunan di tanah air tidak hanya bertujuan membangun fisik.

“Kita melaksanakan pembangunan untuk menjadikan bangsa kita sebagai bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir dan batin. Dengan kata lain yang kita bangun adalah semua segi kehidupan.” kata Presiden.

Sementara itu, ketika menyinggung perluasan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi di Solo, Presiden menyebutkan kegiatan ini dilakukan dengan tujuan semakin memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Jawa Tengah.

“Dengan lengkapnya sarana medis dan laboratorium rumah sakit ini, saya berharap fungsinya sebagai rumah sakit pendidikan dapat dipenuhi sebaik-baiknya.” kata Presiden ketika meresmikan secara simbolis perluasan RSUD Moewardi ini dari Boyolali.

Kepala Negara yang didampingi Tarmizi, Soewardi serta para undangan kemudian meninjau asrama haji ini. Selama ini para calon haji dari Jawa Tengah diberangkatkan dari Bandara Halim Perdana kusuma Jakarta atau Juanda Surabaya.

(T.Eu02/RS01/28/02/97 10:05/RE3)

Sumber: ANTARA (28/02/1997)

_________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 518-519.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.