POLA PEMBANGUNAN PERUMAHAN TETAP RUMAH SEDERHANA

POLA PEMBANGUNAN PERUMAHAN TETAP RUMAH SEDERHANA

PRESIDEN TEGASKAN :

Presiden Soeharto menegaskan kembali bahwa orientasi pembangunan perumahan tetap pada apa yang telah ada sekarang ini yaitu titik berat pada pembangunan perumahan sederhana.

Ini dikemukakan Kepala Negara di Bin a Graha Selasa siang ketika menerima Panitia Penyelenggara Kongres Real Estate Internasional ke-34 yang akan berlangsung di Jakarta pada akhir Mei 1983 ini.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Cosmas Batubara dalam keterangannya kepada pers selanjutnya mengatakan, dalam kesempatan ini Kepala Negara juga berharap hendaknya kongres dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggali hal2 yang bisa diambil dari pengalaman di luar negeri dalam mengembangkan perumahan di Indonesia.

Juga berharap kepada REI agar mendorong produksi bahan2 bangunan yang dapat terjangkau oleh daya beli masyarakat di pedesaan.

Cosmas Batubara mengatakan, dalam pertemuan tersebut Presiden menegaskan kembali agar perusahaan pembangunan perumahan yang tergabung dalam REI tetap mengutamakan pembangunan rumah-rumah sederhana dengan pola 6.3.1.

Artinya 6 rumah sederhana, 3 rumah sedang dan satu rumah mewah. Dengan pola demikian, pemerintah tetap menekankan usaha pembangunan rumah-rumah sederhana. Oleh karena itu Real Estate hendaknya mendorong produksi bahan-bahan bangunan.

Sedangkan produksi yang sudah ada supaya dimanfaatkan, begitu pula supaya dilakukan produksi komponen bahan bangunan yang hasilnya bisa terjangkau oleh masyarakat pedesaan.

Mengenai kongres itu sendiri, menurut Cosmas Batubara, baru pertama kali diadakan di negara berkembang, selama ini diadakan di negara2 maju. Diperkirakan sekitar 1500 peserta luar negeri dan 500 peserta, dalam negeri yang akan turut ambil bagian dalam kongres yang akan dibuka oleh Presiden Soeharto.

Menjawab pertanyaan, oleh Ketua REI, Sukardjo SH mengatakan bahwa selama Pelita I dan II, tidak kurang dari 100 ribu buah rumah telah dibangun oleh para anggota REI.

Dari jumlah tersebut, 83 ribu rumah sederhana, 13 ribu rumah sedang dan 4 ribu rumah besar. Sedang Ir. Ciputra mengatakan, tidak kurang dari Rp 4 trilyun telah ditanarnkan pihak REI dalam pembangunan perumahan.

Presiden juga mengharap hendaknya pihak REI membangun rumah susun bertingkat IV untuk daerah2 perkotaan yang padat penduduknya. (RA)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (17/05/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 473-474.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.