POLA HIDUP SEDERHANA ITU “SAK MADYO”

POLA HIDUP SEDERHANA ITU "SAK MADYO"

Presiden dan Ibu Tien Soeharto Mengadakan Silaturahmi Dengan Karyawan-karyawati Bina Graha

Presiden Soeharto menyatakan, pola hidup sederhana bukanlah hidup "ngere dan nggombal", tetapi hidup "sak madyo" dengan mengukur kemampuan diri sendiri. Hal itu dikatakan oleh Presiden, tanpa teks, ketika menghadiri acara silaturahmi dengan para karyawan-karyawati kantor Bina Graha Jakarta, Rabu siang kemarin.

Dalam suasana santai, dan dengan didampingi oleh Ibu Tien Soeharto, lebihjauh Presiden mengingatkan kepada karyawan "bawahannya" agar hati-hati dan menghindari para lintah darat yang sekarang ini banyak berkeliaran, membentuk semacam koperasi simpan pinjam.

Jangan memaksakan diri meminjam kepada orang semacam itu. ”Mereka ini tidak mengenal perikemanusiaan. Karena peminjam harus membayar lebih tinggi dari uang yang dipinjamkan," kata Kepala Negara.

Presiden mengusulkan agar para karyawan lewat kegiatan organisasi para isteri karyawan, mengusahakan, koperasi simpan pinjam sendiri. Tidak perlu dengan jalan mengadakan arisan yang sampai ratusan ribu rupiah. Tetapi dengan sejumlah kecil, bagian dari gajih mereka, yang dipotong tiap bulan. Misalnya nilai gaji yang di belakang koma. (99 sen ke bawah-Red Walaupun sedikit, tetapi lama kelamaan akan menjadi besar jumlahnya. Dan dengan adanya koperasi simpan pinjam, para karyawan tidak perlu "keroyo-royo" (bersusah payah) mencari pinjaman ke sana kemari. Demikian Presiden.

Diharapkan dengan adanya koperasi tersebut, juga bisa membantu mententeram­kan hati para karyawan. Selain koperasi simpan pinjam, dianjurkan pula mengadakan koperasi konsumsi.

Kepada para isteri karyawan jangan suka meminta minta kepada suaminya hal­hal yang di luar kemampuan sang suami. Namun dengan gaji yang terbatas itu, bukan alasan untuk tidak hidup bahagia, kata Presiden.

Keluarga yang bahagia dan sejahtera tidak hanya tergantung oleh kekayaan yang melimpah ruah, sebaliknya tidak ada gunanya kekayaan melimpah ruah, tetapi salah seorang anggota keluarganya yang selalu sakit-sakitan saja.

Presiden menghargai kegiatan isteri-isteri karyawan Bina Graha yang telah sering mengadakan kegiatan sosial, antara lain mengadakan penjualan barang-barang murah kepada khalayak ramai. Diharapkan kegiatan tersebut akan bisa ditingkatkan di masa­masa mendatang.

Acara silaturahmi di ruang tengah Bina Graha kemarin diramaikan dengan bazar, penjualan barang-barang makanan dan minuman. Sebagian dengan harga murah, antara lain gula dengan harga Rp. 350,- per kg.

Juga disajikan berbagai jenis kue dan makanan terbuat dan singkong dan ubi, yang sempat pula dicicipi oleh Presiden dan lbu Tien Soeharto. Barang-barang dalam bazar tersebut nantinya akan dijual di koperasi konsumsi yang segera didirikan oleh para isteri karyawan Bina Graha. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (13/10/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 990-991.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.