PM THANIN SANGAT TERKESAN DAN INGIN BELAJAR

PRESIDEN TEKANKAN KONSEPSI BAGI TERWUJUDNYA KETAHANAN REGIONAL ASEAN:  PM THANIN SANGAT TERKESAN DAN INGIN BELAJAR [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

SIDEN SOEHARTO sangat menekankan konsepsi ketahanan nasional bagi menghadapi tantangan dalam keadaan tubuh kita sangat rawan terhadap gangguan dalam negara2 yang sedang transisi menuju nation building.

Kepala Negara mengucapkan hal itu dalam jamuan Kenegaraan menghormati tamu negara PM Thailand Thanin Kravichien di lstana Negara, Jumat malam, dimana juga turut serta hadir Ibu Tien Soeharto, Wk. Presiden Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan para pejabat sipil dan militer kedua belah pihak.

Dengan ketahanan nasional ini kami sekaligus berusaha memberi sumbangan kepada terwujudnya ketahanan regional, terutama melalui wadah kita bersama kita, ASEAN, kata Presiden.

Tujuan Bersama

Berkata Presiden lebih jauh dengan usaha 2itu kita ingin mewujudkan Asia Tenggara yang menjadi wilayah damai, bebas dan netral.

Negara ASEAN yang tinggal dalam satu kawasan dan bertetangga dekat, tetapi telah dipisahkan oleh sejarah pertumbuhan yang berbeda-beda telah terus berusaha untuk menumbuhkan persahabatan dan saling percaya-mempercayai untuk mencapai tujuan bersama ialah stabilitas dan perdamaian di kawasan ini, yang memungkinkan kita melaksanakan pembangunan masyarakat masing2 dan bersama-sama.

“Kita terus berusaha mengembangkan kerjasama ekonomi, sosial dan kebudayaan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masing2 dan bersama­ sama,” kata Kepala Negara.

Apabila pada tahap2 permulaan kita telah berhasil bersama-sama menumbuhkan semangat ASEAN, maka sejak KTT Bali kita telah maju selangkah lagi dengan sasaran2 yang lebih jelas dan terperinci. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita segera mewujudkan apa yang kita sepakati bersama dalam KTT Bali itu, kata Presiden.

Lebih Cepat

Menurut Presiden selanjutnya, “kita harus bekerja lebih cepat mewujudkan apa yang kita sepakati untuk kita kerjakan bersama, karena kita sadar akan desakan2 waktu dan masalah2 yang kita hadapi, yang apabila tidak segera kita tangani masalah2 dan tantangan2 baru akan menyerbu kita.

Mengenai pembicaraan2 dengan tamunya itu Presiden berkata, bahwa pembicaraan2 itu makin meyakinkan Kepala Negara bagi saling pengertian dan kerjasama yang selama ini ditanamkan bersama antara kedua negara.

Dalam perjuangan membangun masyarakat maju dan sejahtera yang dicita ­ citakan kemauan kita cukup besar dan ketetapan hati kita tidak tergoyahkan, Tetapi ikhtiar kita dibatasi oleh kekurangan yang masih melekat pada diri kita; ditambah lagi dengan seringnya gangguan dan hambatan dari kekuatan2 luar yang tidak mengindahkan kepentingan kita.

Mau Belajar

PM Thailand Thanin Kraivichien dalam kata sambutannya mengatakan bahwa ia sangat terkesan oleh konsep ketahanan nasional Indonesia yang menjadi dasar politik pembangunan disini.

Thanin selanjutnya menyatakan bahwa dia ingin belajar lebih banyak lagi mengenai hal ini. Dikatakannya bahwa ketahanan nasional itu sangat dihargai baik sebagai inspirasinya maupun sebagai pelaksanaannya dalam pembangunan dinegara2 sedang berkembang diwilayah ini.

PM Thailand itujuga mengatakan bahwa kepada negara2 di bawah ini meskipun berbeda dalam sistim politik dan ekonominya, diharap akan mencari kerjasama damai yang konstruktip. Meskipun demikian kita menyadari akan adanya anggapan yang tidak benar dari beberapa negara terhadap ASEAN.

“Tanpa ilusi kita berketetapan hati untuk meneruskan apa yang kita anggap paling baik bagi bangsa kita dan menjadikan sebagai wilayah damai secara menyeluruh”. demikian Thanin Kraivichien.

Jamuan Kenegaraan

Presiden Soeharto dan lbu Tien semalam telah menyelenggarakan jamuan makan kenegaraan untuk menghormati Menteri Thailand Thanin di Istana Merdeka. Jamuan itu dihadiri oleh Presiden Soeharto dan lbu Tien, Tamu Negara dan Wakil Presiden Hamengkubuwono disertai pula oleh 80 orang undangan lainnya yang terdiri dari pejabat tinggi Indonesia serta para pejabat tinggi Rombongan Tamu.

Diantara para pejabat Indonesia selain para Menteri beserta nyonya hadir para ketua DPR berserta nyonya para kepala Staf Angkatan dan Polri, Ketua DPA, Ketua Mahkamah Agung serta Jaksa Agung beserta Nyonya. Turut pula hadir Duta Besar Syria serta Nyonya sebagai pengganti Dubes Pilipina Modesto Farolan selaku Ketua kerukunan Duta2 Besar di Indonesia.

Menurut Kepala Rumah Tangga Istana2 Presiden Joop Ave makanan yang dihidangkan pada malam tadi berupa makanan pokok Indonesia terdiri dari nasi langgi dan ayam goreng kalasan, sedangkan makanan pendahuluan adalah siomay diakhiri dengan dessert buah2an Indonesia, es krim dan kopi.

Sebelum acara makan malam Presiden Soeharto telah memberikan tanda mata kepada PM Thanin berupa sebuah keris Bali berukir emas yang bertahta batu permata berangka gading berukir dan berbendo tapis emas ditempatkan dalam sarung beludru merah bersimbol Garuda, tersimpan dalam kotak beludru merah juga bersimbol Garuda.

lbu Tien Soeharto menghadiahkan satu set gaun batik untuk disampaikan kepada Ny. Thanin, buatan Iwan Tirta yang dikenal dengan koleksi “nusa batik”.

Sedangkan Tamu negara telah pula menyerahkan sebuah kotak cerutu dari perak berukir gaya Thailand. Perlu diketahui hadiah sebuah keris kepada Tamu Negara pernah pula diberikan oleh Presiden Soeharto kepada Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, ketika berkunjung kemari beberapa tahun yang lalu, yang langsung dibayar oleh sang Pangeran dengan sebuah mata uang sebagai ketentuan adat kebiasaan Inggris yang konon juga merupakan adat kebiasaan dibeberapa daerah di Indonesia, tetapi PM Thanin tidak melakukan hal yang serupa.

Setelah makan malam yang diiringi oleh musik The bamboo pimpinan Fenti Fatimah, acara diakhiri dengan pagelaran kesenian yang menampilkan tari-tarian.

Tarian dipersembahkan oleh Direktorat Pengembangan Kesenian Dep. P dan K. (DTS).

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (11/12/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 153-155.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.