PM SURIAH AKAN BAHAS PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI

PM SURIAH AKAN BAHAS PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI[1]

 

Jakarta, Antara

Perdana Menteri Republik Arab Suriah Mahmoud al-Zoubi akan mengadakan kunjungan kenegaraan tanggal 26-30 Juni atas undangan Presiden Soeharto, terutama guna meningkatkan hubungan ekonomi.

“Indonesia tidak akan pernah melupakan masa lalu, karena Suriah adalah negara ketiga yang mengakui Indonesia pada tahun-tahun pertama kemerdekaan kita.” kata Mensesneg Moerdiono di Bina Graha, Rabu.

Setelah menemui Presiden Soeharto bersama Menko Prodis Hartarto guna membahas persiapan akhir penyambutan tamu negara itu, Moerdiono mengatakan kepada pers bahwa tujuan utama lawatan itu adalah menjajaki peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan.

“Sekalipun volume perdagangan kedua negara sangat kecil, kedua negara perlu meneliti potensi-potensi.” kata Moerdiono.

Pada kunjungan itu, PM Mahmoud al-Zoubi akan didampingi beberapa menteri dan pejabat tinggi ekonomi.

Dijadwalkan, Zoubi akan tiba di Jakarta hari Kamis siang di Bandara Halim Perdanakusuma dan langsung menuju Istana Merdeka untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto.

Pada saat acara penyambutan itu, Kepala Negara akan didampingi wakil Presiden Try Sutrisno dan Moerdiono. Sore harinya, tamu dari suriah itu akan meletakkan karangan bunga di TMP Kalibata.

Pada hari Jumat pagi, kedua pemimpin itu akan mengadakan pembicaraan empat mata. Pada saat bersamaan, para menteri dan pejabat tinggi kedua negara akan mengadakan pembicaraan terpisah.

Setelah mengadakan pembicaraan empat mata, Presiden dan PM Suriah akan menyaksikan penandatanganan beberapa nota persepahaman tentang penghindaran pengenaan pajak berganda, pariwisata serta perbankan.

“Perjanjian-perjanjian itu akan merupakan “paying” bagi kerja sama itu.” Kata Moerdiono. MOU itu akan ditandatangani para menteri.

Pada hari Jumat, para tamu itu akan meninggalkan Jakarta menuju Bandung untuk meninjau PT Pindad yang menghasilkan berbagai senjata dan amunisi, serta IPfN. Kemudian rombongan melanjutkan perjalanan ke Bali.

Zaoubi akan meninggalkan Bali hari Senin (30/6) untuk langsung menuju Damaskus.

Deregulasi

Sementara itu, ketika ditanya tentang pengumuman deregulasi yang belum juga muncul, Moerdiono menegaskan kebijaksanaan itu sedang pada tahap terakhir pembahasan.

“Pemerintah menganggap deregulasi merupakan proses yang terus-menerus. pemerintah tidak mau mengeluarkan kebijaksanaan yang mendadak, yang sering disebut masyarakat sebagai gebrakan-gebrakan.” katanya.

Ketika ditanya tentang benar tidaknya terjadi perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai teknis deregulasi itu, ia berkata

“Perbedaan pendapat-termasuk di antara para pejabat-adalah hal yang amat wajar.”

Menurut Moerdiono, perbedaan pendapat di antara para pejabat itu bisa timbul karena adanya perbedaan-perbedaan tugas di antara mereka. Karena itulah, diperlukan konfirmasi, kata Mensesneg.

Sumber: ANTARA (25/06/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 391-392.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.