PM MICHAEL SOMARE MEMUJI PENDIRIAN TEGUH ASEAN MENJADIKAN WILAYAHNYA KAWASAN DAMAI DAN NETRAL

PM MICHAEL SOMARE MEMUJI PENDIRIAN TEGUH ASEAN MENJADIKAN WILAYAHNYA KAWASAN DAMAI DAN NETRAL

Papua Nugini berkeinginan melihat kawasan Pasifik Selatan tetap bebas dari bersaingan di antara negara2 besar di dunia (super power) dan oleh karena itu menjadi pendirian teguh ASEAN menjadikan wilayahnya kawasan damai, bebas dan netral.

Pandangan Papua Nugini dikemukakan Perdana Menteri Michael Somare dalam pidatonya pada jamuan santap malam yang diselenggarakannya di Hotel Travelodge, Port Moresby, Selasa malam untuk menghormat Presiden dan Ibu Tien Soeharto.

Dalam jamuan dihadiri kurang lebih 180 orang tamu yang terdiri dari para pejabat pemerintahan kedua negara dan para anggota korps diplomatik itu, Perdana Menteri Somare sebagaimana juga negara2 ASEAN menyatakan pula keprihatinannya mengenai situasi di lndocina.

Meskipun Papua Nugini tidak berharap dapat melakukan sesuatu terhadap perkembangan di kawasan itu, tapi negeri ini sangat ingin melihat berakhirnya situasi yang tidak menyenangkan itu.

“Sebagaimana juga halnya ada”, kata Somare “kami tidak ingin melihat negara­ negara besar menggunakan negara manapun di wilayah itu atau di kawasan Pasifik Selatan, sebagai alat bagi memelihara kepentingan mereka.

Sumbangan Bermanfaat

Mengingat letak geografis negerinya, Somare menyatakan keyakinannya bahwa Papua Nugini dapat berperan dalam memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi kelanjutan dialog antara masing2 negara di wilayah bentuk dan organisasi2 regional dibagian dunia ini.

Somare menyatakan keyakinannya tersebut dengan lebih dahulu menekankan bahwa Papua Nugini merupakan bagian wilayah Asia Tenggara maupun Pasifik ketika ia menyinggung mengenai kawasan di mana kedua negara terletak.

Dalam hubungan ini dia menyatakan penghargaannya kepada pemerintah Indonesia yang mengusahakan undangan bagi Papua Nugini untuk menghadiri pertemuan-pertemuan tingkat Menlu ASEAN sebagai peninjau.

Papua Nugini yakin jika kesempatan ini digunakan sebagaimana mestinya, akan dapat meningkatkan saling pengertian antara rakyat-rakyat ASEAN dan Pasifik.

Bidang Kerjasama

Ketika mengutarakan mengenai kerjasama terus antara kedua negara yang sudah dimulai penjajakannya menyusul pertukaran kunjungan antara Menlu kedua negara, Somare menyatakan bahwa bidang kerjasama yang menjadi perhatian Papua Nugini adalah pembibitan ternak, program gizi, keluarga berencana dan program siaran radio.

Bidang2 ini merupakan bidang yang mudah dilaksanakan tapi merupakan permulaan yang praktis bagi melanjutkan hubungan biasanya teknis antara kedua negara.

Dalam hubungan kerjasama teknisnya, dia mengatakan bahwa sejumlah pejabat Papua Nugini akan datang ke Indonesia tahun ini untuk mengikuti berbagai pendidikan dan latihan dan peninjauan dalam rangka memenuhi tawaran pemerintah Indonesia.

Dia menyebutkan pula persetujuan kerjasama teknik yang baru saja ditanda­ tangani sebagai langkah lebihjauh dalam mengembangkan kerjasama semacam itu diantara kedua negara. Persetujuan ini merupakan pula pertanda semakin mantapnya hubungan Indonesia-Papua Nugini.

Meskipun masalah perbatasan di masalalu membayangi hubungan bilateral yang mencakup bidang yang luas itu, namun perhatian yang sekarang ditujukan pada kerjasama teknik membantu kedua negara meletakkan dasar yang lebih kokoh bagi hubungan antara kedua negara.

Somare menyatakan kegembirannya atas tercapainya persetujuan di bidang perhubungan udara yang sudah mencapai tingkat memuaskan.

“Ini juga merupakan pertanda semakin dewasanya hubungan antara kedua negara,” katanya.

Somare menyatakan kegembiraannyakarena Presiden Soeharto dapat memenuhi undangannya berkunjung ke negeri ini. Meskipun singkat, hendaknya kunjungan ini meninggalkan kenangan manis bagi pemimpin Indonesia tersebut.

Dia menyatakan memperoleh kenangan dan sambutan yang ketika berkesempatan mengunjungi Indonesia dua tahun yang lalu. (DTS)

Port, Moresby, Antara

Sumber : ANTARA (06/06/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 79-81.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.