PM LI PENG SAMBUT HANGAT MENRISTEK HABIBIE

PM LI PENG SAMBUT HANGAT MENRISTEK HABIBIE[1]

 

Guangzhou, Antara

Menteri Negara Riset dan Teknologi BJ Habibie memperoleh sambutan hangat dari Perdana Menteri China Li Peng dalam pertemuan mereka di Chongqing, Provinsi Sichuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung, Rabu (29/10) itu, PM Li Peng menceritakan kembali pertemuannya dengan Habibie di Bandung tahun 1990 sewaktu ia mengunjungi Indonesia dalam kaitan dengan normalisasi hubungan diplomatik kedua negara.

“Sejak itu (normalisasi), hubungan bilateral terus berkembang secara mantap, selain telah tercapai sejumlah perjanjian penting, baik berlingkup regional maupun Internasional.” kata PM Li Peng yang berada di Provinsi kelahirannya itu, seusai meresmikan sebuah proyek waduk serbaguna raksasa dengan mengalihkan Sungai Kuning (Yangtze River).

Di tempat sama, seusai menerima Menristek, PM Li Peng menerima Wakil PM/ Menteri Pertahanan Singapura Tan Keng Yam.

Kepada Menristek, PM Li Peng juga menyatakan bahwa China memperhatikan seksama hubungannya dengan Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya.

“Indonesia telah bekerja untuk mewujudkan hubungan persahabatan di antara anggota ASEAN dan China, serta hubungan keseluruhan antara China dengan ASEAN pada tahun-tahun lalu, ini sesuatu yang sangat dihargai China.” kata PM Li Peng, yang juga seorang ilmuwan berlatar belakang pendidikan ketenagalistrikan.

PM Li Peng menyampaikan rasa percayanya bahwa China dan anggota-anggota ASEAN, akan semakin meningkatkan saling pengertian di tahun-tahun mendatang.

Berbicara mengenai perkembangan Iptek, PM Li Peng yang lulusan Institut Ketenagalistrikan Moskow tahun 1954 itu, mengemukakan, Pemerintah China menekankan perlunya pengembangan Iptek.

Revitalisasi nasional melalui ilmu pengetahuan dan pendidikan, serta pembangunan berkesinambungan telah dijadikan dua dari sejumlah strategi China dalam pembangunan ekonomi dan sosialnya, katanya.

Menjawab gagasan kerjasama Iptek yang dilontarkan Menristek, PM Li Peng menyambut baik usul tersebut dengan mengatakan, China siap untuk memperluas kerjasama dengan Indonesia di bidang Iptek serta berbagai bidang lainnya berdasarkan kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling mengisi.

Kepada PM Li Peng, Menristek menegaskan, Presiden Soeharto menggarisbawahi arti penting hubungan antara Indonesia dengan China.

Diharapkan kedua negara akan meningkatkan kerjasama bilateral di bidang ekonomi, kebudayaan, Iptek serta program pertukaran personel.

Sebelumnya, Habibie mengatakan, kunjungannya ke China untuk menghadiri sidang pertama Komite Gabungan Kerja sama Iptek RI – RRC, di mana dalam kesempatan itu, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama Iptek antara Indonesia dengan pihak China (Komisi Iptek Negara, SSTC) di Beijing.

Kunjungan dilaksanakan atas undangan Menteri Komisi Iptek China Prof. Dr. Song Jian dan Wakilnya, Deng Nan yang juga putri mendiang pemimpin senior Deng Xiaoping.

Menristek yang disertai Ny. HA Habibie dan kedua putranya Ilham Habibie dan Kemal Habibie, Rabu malam, melanjutkan perjalanan ke Shanghai untuk meninjau kawasan Zona Ekonomi Khusus di Pudong dan sejumlah obyek industri berteknologi tinggi.

Menristek dan rombongan akan kembali ke Indonesia pada Sabtu (1/11) setelah meninjau industri-industri teknologi tinggi di Provinsi Guangdong.

Sebelumnya, Menristek di Beijing telah bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional dan Kerjasama Ekonomi (Moftec) Wu Yi dan Menteri Pertahanan Jenderal Chi Haotian.

Sumber : ANTARA (11/11/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 746-747.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.