PM HOWARD HARAPKAN INDONESIA DUKUNG AUSTRALIA DALAM ASEM

PM HOWARD HARAPKAN INDONESIA DUKUNG AUSTRALIA DALAM ASEM[1]

 

Canberra, Antara

Perdana Menteri Australia, John Howard, dalam pertemuan dengan Presiden Soeharto di Jakarta 16-17 September mendatang akan menyampaikan sikap Australia yang menghendaki kokohnya hubungan ekonomi, keamanan dan jaringan antar perorangan di kawasan Asia.

Australia menghargai Indonesia apabila memberikan dukungan pada posisi Australia agar dapat diterima dalam Asia-Europe Meeting (ASEM), kata PM Howard menjelang kunjungan kerja ke Jakarta, dalam wawancara tertulis dengan wartawan ANTARA Canberra, Alit Wiratmaja, Kamis.

Ia menegaskan bahwa Australia berhubungan penuh dengan Asia, di samping mengharapkan tetap kokohnya hubungan ekonomi, keamanan dan hubungan perorangan, serta membuat kontribusi yang penting.

Oleh sebab itu Pemerintah Federal Australia menaruh kepercayaan untuk memperluas perjanjian di kawasan ini dan Australia memandang melalui wadah ASEM akan dapat memberikan nilai tambah.

“Kami menghargai dukungan Indonesia terhadap posisi Australia.” kata Howard

dengan menambahkan bahwa ia sangat senang bisa berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Soeharto.

“Ini adalah kunjungan perdana yang sangat menggembirakan bagi kami, setelah sebelumnya kami memperbarui surat kepada Presiden Soeharto.” kata Howard yang sempat menunda kunjungannya pertengahan Agustus lalu karena istrinya, Jannete Howard, sakit.

John Howard semula dijadwalkan berkunjung ke Tokyo tanggal 8-10 Agustus 1996 dan ke Jakarta 11-13 Agustus 1996 sebagai kunjungan perdana nya ke luar negeri selaku Perdana Menteri Australia yang bam dari Koalisi Partai Liberal dan National Australia setelah menang dalam Pemilu Maret 1996.

Ia kemudian menjadwalkan kembali kunjungannya, yaitu menjadi 16-17 September 1996 ke Jakarta, kemudian  17-18 ke Tokyo, Jepang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kunjungan perdana ke Indonesia dan Jepang dilakukan karena memandang kedua negara ini sebagai mitra Australia yang sangat penting.

Jepang bagi Australia adalah mitra perdagangan yang sangat besar, sementara ekonomi Indonesia besar dan bermakna strategis bagi Australia, sambungnya.

Kerjasama Australia-Indonesia , menurut Howard, berada dalam ruang lingkup yang sangat luas dan dengan peningkatan yang sangat pesat.

Ini menunjukkan bertambah kuatnya hubungan ekonomi kedua negara dan dekatnya hubungan bilateral antar pemerintah kedua negara, misalnya dalam sektor hubungan perdagangan kedua negara merupakan elemen yang penting.

Hubungan perdagangan bilateral telah mencapai 3,7 miliar dolar Australia dalam tahun 1995, atau meningkat 24 persen dari tahun sebelumnya. Australia juga tetap memelihara pelayanan hubungan yang penting dengan Indonesia, termasuk pula yang berkaitan dengan bidang pendidikan.

Luasnya bidang kerjasama kedua negara, kata Howard, juga ditunjukkan melalui Forum Para Menteri Australia-Indonesia yang meliputi bidang kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi, transportasi dan komunikasi serta beberapa bidang lainnya

PM Howard juga menyampaikan keinginan untuk berdiskusi dengan Presiden Soeharto mengenai peningkatan hubungan kedua negara serta ingin mendengarkan pandangan Pak Harto terhadap berbagai isu regional, termasuk rencana pertemuan para pemimpin Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Filipina.

Meningkat  dalam Berbagai  Sektor

Sementara itu, Dubes RI untuk Australia , S. Wiryono kepada ANTARA menyatakan hubungan kerjasama Australia-Indonesia hingga saat ini pada dasarnya berlangsung sehat, cukup baik dan meningkat dalam berbagai sektor.

Hubungan kerjasama kedua negara terus bertambah besar dan mendalam dalam berbagai sektor, antara lain mencakup bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan dan keamanan.

Investasi Australia di Indonesia, misalnya, telah mencapai total nilai 6,1 miliar dolar AS terdiri atas 228 proyek dan jumlah ini merupakan urutan investasi ke sembilan dibandingkan negara-negara lainnya.

Demikian pula jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia juga bertambah terus menjadi sekitar 250.000 orang setiap tahun, sementara pelajar Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di Australia juga bertambah terus dan hingga saat ini telah mencapai hampir 15.000 orang.

Kedua negara tentu memandang pentingnya keamanan, perdamaian, stabilitas dan kerjasama. Hubungan kedua negara walaupun berada dalam momentum interaksi yang positif dan konstruktif, namun perlu terus memelihara dan lebih meningkatkan dialog politik, hubungan perorangan dan hubungan antar pengusaha.

“Hubungan kedua negara pada dasarnya berlangsung sehat dan baik, walaupun tentu saja tidak bisa menghindari beberapa permasalahan akibat perbedaan politik, sosial dan latar belakang budaya kedua Negara.” kata Wiryono.

Sumber: ANTARA (12/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 419-421.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.