PLN BISA RAIH SATU MILlAR DOLAR JIKA BERHASIL “GO PUBLIC”

PLN BISA RAIH SATU MILlAR DOLAR JIKA BERHASIL “GO PUBLIC”[1]

 

Banda Aceh, Antara

PT (Persero) PLN bisa meraih dana sekitar satu miliar dolar AS atau lebih dari Rp 2 triliun jika berhasil melaksanakan penjualan saham (go public) dua anak perusahaannya yaitu PT PLN Pembangkit Jawa Bali I dan II.

“Namun kami belum mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan ‘go public’ karena masih harus berunding dengan penasihat keuangan kami.” kata Direktur Utama PLN Djiteng Marsudi kepada pers setelah mendampingi Presiden Soeharto meresmikan secara simbolis listrik masuk desa bagi 2000 desa di Aceh, Kamis.

Djiteng mengatakan aset PLN sebagai “holding company” Rp 51 triliun dan aset kedua anak perusahaan itu Rp 10 triliun atau lima miliar dolar. Kedua anak perusahaan itu menghasilkan sekitar 80 persen listrik dari total produksi PLN di tanah air.

“Jika 20 persen saja dari aset itu yang dijual maka akan diperoleh sekitar satu miliar dolar atau lebih dari Rp 2 triliun.” kata Djiteng.

Ditanya apakah sebagian dana hasil penjualan saham itu juga akan diserahkan kepada pemerintah untuk melunasi utang luar negeri pemerintah seperti yang diberlakukan bagi beberapa BUMN lainnya yang sudah “go public” sebelumnya, ia mengatakan belum mengetahui rencana pemanfaatan dana itu.

“Semuanya terserah kepada Menteri Keuangan Mar’ie Muhammad.” katanya.

Ketika Indosat dan Telkom menjual sahamnya, sebagian dananya digunakan pemerintah untuk melunasi pinjaman komersialnya. Pinjaman pemerintah sekitar 60 miliar dolar AS.

Sementara itu, ketika ditanya mengapa yang dijual saham anak perusahaannya dan bukannya PLN pusat, Djiteng mengatakan PLN adalah BUMN yang selain bertugas secara komersial juga berfungsi sebagai agen pembangunan.

“Anak-anak perusahaan PLN tugasnya hanya memikirkan produksi listrik sebanyak mungkin dan tidak ikut memikirkan aspek sosialnya.” kata Dirut PLN.

Ia menyebutkan sampai sekarang PLN sedang berunding dengan penasihat keuangan dalam negeri mengenai berbagai aspek penjualan saham itu termasuk penelitian aspek hukum. Kalau memang diperlukan pengubahan peraturan maka hal itu harus dilaporkan dulu kepada pemerintah.

Jika perundingan dengan perusahaan penasihat keuangan lokal itu sudah selesai, maka akan dicari penasihat keuangan luar negeri dengan sasaran agar calon pembeli saham/investor luar negeri tidak ragu untuk membeli saham BUMN ini.

Djiteng menjelaskan pula bahwa PLN telah mengeluarkan dana Rp 123 miliar untuk membantu 26.000 perusahaan binaannya, sebagai pelaksanaan kewajiban menyisihkan sebagian laba guna membantu pengusaha kecil dan koperasi.

Sumber : ANTARA (13/03/1997)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 275-276.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.