PIMPINAN DEPHUB TAK PERNAH BATASI KEGIATAN BUMN-BUMNYA

PIMPINAN DEPHUB TAK PERNAH BATASI KEGIATAN BUMN-BUMNYA[1]

 

Jakarta, Antar

Pimpinan Departemen Perhubungan sama sekali tidak pernah membatasi kegiatan ke-17 BUMN-nya, namun pengawasan terhadap para direksi akan tetap diakukan karena pemerintah adalah pemilik semua badan usaha ini.

Seusai melapor kepada Presiden Soeharto di jalan cendana tentang kinerja semua BUMN di lingkungan Dephub, selasa, Menhub Haryanto Dhanutirto mengatakan kepada pers bahwa direksi BUMN-BUMN ini memperoleh kebebasan untuk mengembangkan usahanya.

“namun sebagai pemegang kuasa menteri keuangan maka saya berhak melakukan pengawasan,” kata Haryanto ketika menjelaskan perkembangan BUMN-BUMN itu.

Diantara ke -17 BUMN itu masih ada beberapa di antaranya yang mengalami kerugian ataupun besarnya laba mash jauh dari target. Aset semua BUMN ini adalah Rp 18 triliun. Ia menyebutkan, smapai triwulan ketiga tahun ini saja PPD telah rugi RP15,3 miliar padahal untuk tahun ini saja total kerugian di perkirakan hanya Rp 1,9 miliar. Sementara itu, Perumka telah mengalami kerugian Rp 14miliar.

Selain yang rngi ada juga yang mulai memetik keuntungan seperti Damri Rp10 miliar dan ASDP Rp3,4 miliar. Garuda Indonesia yang target labanya diperkirakan Rp264 miliar ternyata baru mendapat Iaba Rp165 miliar. Karena itulah, kata Haryanto, pimpinan Dephub akan terus mendorong semua BUMN itu untuk bernsaha mencari untung. Laba hingga triwulan ketiga tahun ini telah mencapai Rp 433 miliar dibanding target Rp 676 miliar. Haryanto menginginkan agar BUMN yang sudah bisa menghasilkan laba untuk menargetkan kenaikan keuntungan setiap tahunnya 15-20 persen.

“Saya tidak mau misalnya jika tahun ini sebuah BUMN telah mendapat laba Rp 60 miliar maka untuk tahun mendatang hanya menargetkan Rp 62 miliar. Laba itu harus semakin membesar,”katanya.

Kepada Kepala Negara juga dilaporkan pembahasan 39 usul kerjasama pemerintah dengan swasta untuk membangun berbagai proyek-proyek prasarana dan sarana perhubungan. Nilai semua proyek itu Rp 11,3 triliun.

“Kalau 30 persen saja dari proyek ini bisa terlaksana, saya sudah merasa senang apalagi pada umurnnya merupakan proyek multi years (proyek yang dibangun secara bertahap selama beberapa tahun-red), “katanya.

Ia juga melaporkan hasil penelitian kecelakan pesawat Trigana di Irian Jaya beberapa hari lalu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa musibah itu terjadi karena pilot menurunkan ketinggian dari 9500 menjadi 7500 kaki tanpa menyadari bahwa di depannya terdapat  gunung.(T/Eu02/B/EU05 / 8/11/9414:37/ru2)

Sumber:ANTARA(08/11/1994)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 741-742

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.