PIDATO PRESIDEN SUHARTO

TAJUK RENCANA :

PIDATO PRESIDEN SUHARTO

Pidato dari Presiden Soeharto dalam menyambut Tahun Baru 1981 nampak selaras dengan fakta dan kenyataan, maupun harapan yang ber-kali2 telah diketengahkan olehnya beberapa kali, terutama yang menyangkut derap-langkah pembangunan, sikap ber-hati2 dalam pemeliharaan kelestarian alam dan sebagainya.

Patut digaris bawahi ungkapan dari kepala negara tentang laju inflasi yang termasuk moderat, yaitu di sekitar 15% saja untuk seluruh tahun 1980.

Sudah jelas pula bahwa laju inflasi yang moderat itu juga disebabkan makin besarnya modal dalam negeri telah tersimpan dalam tabungan sehingga oleh negara, sebagian darinya dapat dipergunakan untuk lebih lagi melakukan pembangunan, terutama dalam meningkatkan golongan ekonomi lemah dengan kredit ringan.

Masalah itu pun telah disinggung oleh Kepala Negara, dan ini membayangkan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius tentang pemerataan kemakmuran, sehingga salah lah orang apabila berpendapat subyektip-negatif.

lnflasi yang disebut tadi patut juga dibanding dengan kondisi dari negara2 berkembang lain yang sebesar sini, dengan penduduk yang hampir sama. Dari perbandingan itu akan nampak bahwa kondisi ini dalam kenyataan telah memperkuat adanya perkembangan ekonomi (economic growth) yang normal, dalam pengertian bahwa perkembangan itu digerakkan oleh satu rencana yang terpadu, demi penampilan satu struktur ekonomi yang rata di hampir semua pulau, di mana kondisi tertentu memungkinkan.

Dari perkembangan ekonomi yang dapat diketahui lelah berjalan sepanjang tahun 1980, bisalah diperkirakan bahwa nanti, Indonesia pun akan berhasil untuk mencapai tambahan pinjaman modal dari negara2 yang bersahabat untuk melanjutkan pembangunan bertahap yang sudah direncanakan harus berjalan tidak secara kejutan, melainkan secara bertahap.

Sebab, tiap tahap pembangunan industri dan apa pun kait­mengkait dengan banyak faktor sampingan. Justru karena aneka warna faktor sampingan itulah, diperlukan kebjaksanaan dalam realisasi pembangunan, sebab faktor2 penting yang banyak berbicara di sini adalah Ekologi dan Manusia.

Bonafiditas negara telah sementara ini diperkuat oleh surplus dalam dana devisa, maupun dalam kestabilan dari cara2 pembangunan secara bertahap telah bisa berjalan, hal mana harus diakui sebagai suatu asset di atas mana lebih banyak lagi kekayaan berupa industri dan usaha2 lain bisa dikembangkan, sehingga kelak volume produksi pun ikut naik dan ini mendorong ekspor maupun memperbesar volume konsumsi domestik yang besarannya senantiasa harus bisa diisi oleh produksi dalam negeri dalam prioritas utamanya.

Telah pula disebut oleh Presiden dalam pidato Tahun Barunya bahwa kita telah teledor terhadap lingkungan hidup, sehingga hal itu di antaranya telah ikut memperbesar risiko banjir besar maupun tanah-longsor (erosi tanah).

Olehnya telah ditekankan agar Gerakan Penghijauan yang pernah diresmikan beberapa waktu yang lalu, hendaknya dilanjutkan secara besar2an di semua daerah, agar dengan jalan itu setidaknya usaha2 penghijauan ada manfaat praktisnya.

Memang, seyogyanya tiap gubernur lebih banyak menaruh perhatian terhadap gejala membesarnya jumlah banjir di daerah2 dan sebaliknya menangani masalah penhijauan bukan sebagai lip-service melainkan sebagai satu kewajiban layak dari masyarakat terhadap lingkungan hidup di sekitarnya sendiri. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (09/01/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 585-586.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.