PIDATO PRESIDEN SOEHARTO DI PBB DISIARKAN LANGSUNG SELURUH DUNIA

PIDATO PRESIDEN SOEHARTO DI PBB DISIARKAN LANGSUNG SELURUH DUNIA

 

 

New York, Pelita

Presiden Soeharto selaku Ketua Gerakan Non Blok (GNB) akan menyampaikan pidatonya di depan Sidang ke-47 Majelis Umum PBB (SU) ke-47 Kamis pagi (24/9) pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 21.00 WIB di gedung Markas Besar PBB, New York, AS. Menurut rencana, pidato tersebut akan disiarkan langsung oleh jaringan televisi di seluruh dunia, termasuk TVRI dan RRI.

Sementara itu Presiden Nicaragua, Ny.Violetta Barrios de Chamorro urung mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto yang semula akan berlangsung Rabu (23/9) pukul 16.30 waktu setempat atau pukul 03.30 WIB eli Hotel Waldorf Towers, tempat Presiden dan rombongan menginap, karena kepala negara dari negeri Amerika Latin ini lebih cepat kembali ke negaranya.

Wartawan Pelita A. Basori semalam dari New York melaporkan, Rabu petang kemarin pukul 15.25 waktu setempat atau Kamis dini hari pukul 02.25, Presiden Soeharto direncanakan akan menerima kunjungan kehormatan Presiden Republik Korsel Roh Tae Woo di hotel tempatnya menginap. Karena Presiden Soeharto urung menerima Presiden Nicaragua, maka di tempat yang sama setelah kunjungan Presiden Korsel usai. Pak Harto akan menerima Presiden Bosnia-Herzegovina, Alija Izetbegovic.

Presiden Soeharto beserta para kepala negara/pemerintahan yang akan menghadiri SU ke-47 PBB, Rabu (23/9) pukul 13.30 waktu setempat (WS) atau Kamis dini hari pukul 00.30 WIB dijamu santap siang oleh Sekjen PBB Boutros Boutros-Ghali di Gedung Markas Besar PBB.

 

Terima Presiden Bosnia

Kesediaan Presiden Soeharto menerima kunjungan kehormatan Presiden Bosnia­ Herzegovina diperkirakan ada kaitannya deilgan hasil-hasil KTT ke-10 GNB di Jakarta awal bulan ini.Presiden Soeharto selaku Ketua GNB memberi perhatian besar terhadap kerusuhan di negeri itu. Terbukti salah satu keputusan KTT ke-10 GNB, negara-negara yang tergabung dalam GNB mengutuk kekerasan dan kekejaman, serta pertumpahan darah di Bosnia.

Hingga berita ini diturunkan, pembicaraan antara Presiden Soeharto dengan kedua tamunya belum berlangsung. Dalam pembicaraan Presiden Soeharto dengan Presiden Korsel kemungkinan akan dibahas mengenai hubungan bilateral kedua negara.

Selain menerima kedua tamunya, Kepala Negara juga akan menerima para ketua delegasi Kaukus pada Dewan Keamanan PBB.

Presiden dan Ibu Tien Soeharto beserta rombongan yang menggunakan pesawat khusus MD-11 Garuda Indonesia tiba di New York pukul 11.50 WIB (22.50 WIB), setelah terbang dari Jenewa, Swiss, sekitar 8,5 jam. Sebelum tiba di New York, Presiden dan Ibu Tien menginap semalam di Genewa untuk: menyesuaikan waktu.

Pesawat khusus yang ditumpangi Presiden Soeharto dan rombongan meninggalkan Bandara Cointrin, Jenewa pukul 09.20 WS (15.20 WIB) dan tepat pukul 11.50 WIB mendarat di Bandara John F. Kennedy. Di bawah suhu 18 derajat Celcius, pesawat MD-11 dengan Kapten Pilot Totong Sampoerno mendarat dengan mulus. Presiden Soeharto dan rombongan akan berada di New York hingga 26 September sebelum meneruskan lawatannya ke Tokyo, Jepang, sampai 29 September mendatang.

Di Bandara JF Kennedy, Presiden dan lbu Tien Soeharto disambut oleh Dubes RI di PBB Nugroho Wisnumurti, Dubes RI untuk AS AR Ramly, sejumlah Dubes negara-negara GNB dan Dubes negara-negara ASEAN di New York.

 

Pertemuan

Selama di New York, Presiden Soeharto selain akan berpidato di depan SU PBB yang dijadwalkan akan berlangsung 24 September 1992 pukul 10.00 WIB, juga menerima sejumlah kepada negara/pemerintahan, mengadakan pertemuan dengan 400 pengusaha AS, mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pejabat PBB, dari mengadakan resepsi di hotel, tempatnya menginap.

Sejumlah kepala negara/ pemerintahan juga mengajukan permintaan untuk bertemu. Di antaranya Presiden Mongolia Punsalmagiin Ochorbat, Presiden Republik LatviaAnato lija Gorbuhous, PM Selandia Baru James B Bolger, Presiden Slovenia Milan Kucan, dan sejumlah kepala negara/pemerintahan lainnya yang jadualnya akan diatur kemudian. Mantan Menlu AS Henry Kisinger direncanakan juga akan bertemu Presiden Soeharto di hari-hari terakhir kunjungannya di New York.

Sebelum menyampaikan pidatonya mengenai hasil-hasil KTT ke-10 GNB, Presiden Soeharto akan mengadakan pertemuan dengan Sekjen PBB di Gedung Markas Besar PBB. Seusai pertemuan dengan Sekjen PBB yang dijadualkan akan berlangsung sekitar 20 menit, Presiden Soeharto akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Sidang Majelis Umum PBB, Stoyan Ganev (kini wakil PMI Menlu Negeri Bulgaria).

Pidato Presiden Soeharto yang akan berlangsung sekitar 60 menit di depan SU PBB itu sangat penting, terutama bagi negara-negara anggota GNB, karena sebagai tindak lanjut KTT ke-10 GNB. Materi pidato Presiden Soeharto, selain mengenai “Pesan Jakarta”, diperkirakan juga akan menyinggung masalah pembangunan bidang pangan, KB, dan pengelolaan utang luar negeri, termasuk penghapusan utang luar negeri di negara.

 

 

Sumber : PELITA (24/09/1992)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 233-235.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.