PIDATO AKHIR TAHUN 1996 : PERTUMBUHAN EKONOMI 7,8% DAN LAJU INFLASI 6,7%

PIDATO AKHIR TAHUN 1996 :

PERTUMBUHAN EKONOMI 7,8% DAN LAJU INFLASI 6,7%[1]

 

Jakarta, Business News

Dalam Pidato Akhir Tahun 1996, Presiden Soeharto mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi pada tahun itu mencapai 7,8%, sedikit lebih lambat dibanding pertumbuhan ekonomi tahun 1995 yang mencapai 8,2%. Tetapi laju inflasi tahun 1996 bisa ditekan sehingga mencapai 6,7%, yang lebih rendah dibanding tahun 1995 yang mencapai 8,6%.

Sedang investasi yang terjadi pada tahun 1996 melonjak baik PMDN maupun PMA. Pemerintah menyetujui 810 proyek baru PMDN bernilai Rp. 100,7 triliun, dan 959 proyek baru PMA dengan US$. 29,9 miliar. Dasar-dasar ekonomi kita cukup mantap walau terjadi defisit transaksi berjalan, katanya.

Dilihatnya arus wisman yang bertambah besar, sehingga nanti kepariwisataan diharapkan menjadi penghasil devisa terbesar. Jika tahun 1994 kunjungan wisman ke Indonesia sekitar 4 juta, tahun 1996 meningkat mencapai 5 juta orang. Suatu kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Disadari masih ada kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan yang harus diatasi. Hal tersebut, menurut Soeharto, meliputi kesenjangan-kesenjangan pembangunan antar sektor, antar wilayah, dan antar golongan ekonomi. Seluruh kesenjangan tersebut harus terus-menerus diatasi dengan memacu pemerataan dalam segala bidang, melanjutkan program pengentasan kemiskinan, serta mengembangkan usaha kecil menengah melalui program kemitraan.

Pada tahun 1997 bangsa Indonesia harus memperkuat daya saing barang dan jasa di pasar dalam maupun luar negeri, karena kondisi perekonomian di masa mendatang mengandung berbagai kemungkinan yang sulit diramalkan.Untuk itu yang paling penting adalah kebulatan tekad bekerja keras, bahu-membahu tanpa kecuali antara jajaran pemerintah dan masyarakat serta di berbagai kalangan. Langkah itu harus diimbangi dengan sifat peka dan tanggap terhadap perkembangan globalisasi perekonomian dunia. Tantangan yang harus dijawab dalam masa mendatang adalah peningkatan mutu sumber daya manusia. Sebab di era globalisasi, persaingan antarbangsa lebih ditentukan oleh sumber daya manusia.

Di masa mendatang kita juga harus mampu mencegah terulangnya berbagai gejolak seperti yang terjadi dalam tahun 1996. Kita harus mampu menempatkan kepentingan bersama, kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan. Kita semua harus berpikir lebih jernih, bersikap lebih lapang dada, serta menjauhi sikap dan perilaku emosional.

Sumber : Business News (02/01/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 11-12.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.