PIALA HAORNAS DIARAK KELILING KOTA BANDA ACEH DAN PIDIE

PIALA HAORNAS DIARAK KELILING KOTA BANDA ACEH DAN PIDIE[1]

 

Banda Aceh, Antara

Piala Presiden Soeharto yang berhasil diraih tim tuan rumah Daerah Istimewa Aceh, pada kejuaraan sepakbola HAORNAS XIV tahun 1997, Rabu (10/9) diarak keliling kota Banda Aceh dan Pidie.

Arak-arakan dengan kendaraan terbuka yang disertai pemain, manajer tim Iskandar Rasyid dan pelatih Teuku Wachrizal hanya diikuti beberapa unit kendaraan roda empat yang dilepas oleh Wakil Gubernur Aceh, H. Zainuddin AG.

Sebelum melepas sang juara HAORNAS XIV/1997, di lantai dasar Kantor Gubernur Aceh, Zainuddin AG yang juga Ketua harian KONI Tk-I Daerah Istimewa Aceh menyerahkan sumbangan Rp 1,5 juta yang diterima manajer tim Iskandar Rasyid.

Pada acara tersebut tampak hadir antara lain Sekretaris Umum KONI Aceh, H. Sulaiman Abda serta beberapa orang pembina sepakbola dari Beureunun yang sengaja datang ke Banda Aceh dan ingin kembali bersama tim HAORNAS XIV

Arakan Piala HAORNAS XIV yang lebih meriah dilaporkan di Kabupaten Pidie daerah asal tim HAORNAS Aceh yang diwakili klub “Persimura” Mutiara Beuruenun, sekitar 124 Km sebelah timur Banda Aceh.

Ketua Komda PSSI Aceh, H. Zainuddin Hamid menjelaskan bahwa arakan Piala HAORNAS XIV di Pidie berlangsung secara meriah yang diikuti puluhan kendaraan roda empat-mulai dari Perbatasan Aceh Besar-Pidie.

Ribuan masyarakat, khususnya para pelajar mengelu-elukan kedatangan para pemain yang membawa Piala Presiden Soeharto itu terutama warga masyarakat di kawasan kota “mini” Beureunun yang menyambutnya dengan bangga.

Sebagai pernyataan rasa gembira atas keberhasilan tim Persmura mengharumkan nama Daerah Istimewa Aceh pada HAORNAS XIV tahun 1997, Bupati Pidie Jakfar Ismail bersama sejumlah pengusaha setempat ikut memberikan bonus.

Manajer tim HAORNAS XIV, Iskandar Rasyid menyebutkan, pihak Pemda dan para pengusaha di Pidie berjanji akan memberikan hadiah berupa uang kepada para pemain, pembina dan pelatih masing-masing Rp 500.000 per-orang.

“Itu janji mereka bukan kita yang minta dan realisasinya akan dilakukan dalam waktu dekat.” katanya.

Sebelum tim HAORNAS XIV menuju Pidie, Wagub Zainuddin AG mengharapkan agar para pembina dan pemain tim HAORNAS Aceh agar tidak cepat merasa puas atas keberhasilan itu-tetapi hendaknya berlatih lebih keras.

“Tanpa mengukiti pelatihan secara lebih serius, kita tidak mungkin mampu mempertahankan prestasi ini.” katanya.

Wagub mengingatkan, para pembina dan pemain agar menyadari bahwa persaingan dalam dunia olahraga semakin ketat dan keras, terutama cabang sepak bola, sehingga setiap pemain dituntut berlatih keras secara teratur.

“Sukses meraih Piala HAORNAS bukan untuk direnungkan, tetapi harus dijadikan pendorong semangat guna menempa diri secara lebih tekun agar suatu saat nanti para pemain Piala HAORNAS ini ikut membela panji Persiraja dalam kancah sepakabola nasional-Liga Indonesia.” demikian H. Zainuddin AG.

Sumber : ANTARA (20/09/1997)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 591-592.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.