PETERNAKAN UNGGAS BAHAN PEMBITJARAAN PRESIDEN – MENTERI TRANSKOP

PETERNAKAN UNGGAS BAHAN PEMBITJARAAN PRESIDEN – MENTERI TRANSKOP

Menkes Melaporkan Soal World Health Assembly [1]

 

Djakarta, Kompas

Presiden Suharto hari Kamis menerima laporan2 setjara berturut2 dari Menteri Transkop Prof. Subroto, Menteri Kesehatan Prof. Siwabes, dan Menteri Penjempurnaan Aparatur Negara Dr. Emil Salim di rumah kediamannja di djalan Tjendana.

Sekretaris Negara/Kabinet Madjdjen TNI Sudharmono selesai pertemuan2 itu mengatakan kepada pers bahwa Prof. Subroto telah melaporkan kepadatan operasi, chususnja tentang langkah2 jang diambil untuk mengkonsolidir Peternakan unggas di Indonesia. Pertemuan ini merupakan kelantjutan dari pertemuan Kepala Negara dengan peternak2 unggas jang baru lalu di Istana Merdeka.

Dikatakan bahwa untuk menundjang kegiatan2 konsolidasi unggas itu. Presiden Suharto telah memutuskan untuk memberi sumbangan sebesar2 Rp. 30 djuta rupiah.

Laporan Menteri Kesehatan

Sudharmono mengatakan selandjutnja bahwa Menteri Kesehatan mengatakan tentang hasil kundjungannja ke Djenewa dan negara Eropa Barat dari tgl. 9 sampai dengan 26 Mei jang lalu.

Dikemukakan bahwa Indonesia dalam sidang World Health Assembly, badan PBB di Djenewa berhasil mendudukan wakilnja dalam executive board dari World Health Assembly. Dan untuk itu telah diangkat Dr. Sulianto untuk lowongan tsb.

Dengan duduknja Indonesia di dalamnja, maka dikatakan ini berarti Indonesia telah dapat ikut menentukan kebidjaksanaan maupun pemberian2 bantuan badan itu kepada negara2 jang memerlukan bantuan seperti Indonesia.

Untuk tahun 1973, Indonesia diberi bantuan sebesar 2 djuta dollar AS jang akan dipergunakan untuk penelitian2 pemberantasan penjakit.

Didalam sidang World Health Assembly itu, Indonesia djuga memberi dukungannja terhadap masuknja Bangladesh didalam tjabang WHO di Asia Tenggara. Lagi pula Indonesia mendukung RBT untuk mendjadi anggota WHO menggantikan Taiwan.

Tentang hasil kundjungan Menteri Kesehatan ke negeri Belanda, Perantjis dan Djerman Barat djuga telah dianjurkan kepada Presiden. Dikatakan bahwa Rumah Sakit Akademi di Leiden bersedia memberikan pindjaman pula Indone­sia jang menurut rentjana akan dipergunakan untuk Universitas Indonesia dan Airlangga.

Sedangkan Djerman Barat telah bersedia membantu rumah sakit Dr Karjadi di Semarang dan rumah sakit di Jogjakarta. Di Perantjis, Menteri Siwabessy telah Menemui pimpinan Badan Tenaga Atom di negara itu dan dalam pertemuan itu telah dibitjarakan kemungkinan2 bekerdjasama dibidang atom. Mereka telah berdjandji untuk memberi bantuan di bidang geologi dan peningkatan reaktor tenaga atom di Bandung. (DTS)

Sumber: KOMPAS (02/06/1972)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 15-16.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.