PETANI INDONESIA SERAHKAN SUMBANGAN KE DIRJEN FAO

PETANI INDONESIA SERAHKAN SUMBANGAN KE DIRJEN FAO

Jakarta, Antara

Dirjen Organisasi Pangan dan Pertanian PBB Edouard Saouma Jakarta, Sabtu menerima sumbangan secara simbolis dari petani Indonesia yang selanjutnya lainnya digunakan untuk membantu program pembangunan pertanian di sejumlah negara Afrika.

“Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras adalah sebuah kisah sukses yang jarang terjadi dan sumbangan yang diberikan petani Indonesia bagi saudara-saudaranya di Afrika menunjukkan keluhuran budi yang dimiliki bangsa ini, “ujar Edouard Saouma dalam acara penyerahan sumbangan yang disampaikan oleh Ketua Kontak Tani Andalan Nasional (KTNA) H. Oyon Tahyan dan Sekretaris KTNA Ny. Pertiwi Roekti Soetikno.

Sumbangan sebesar satu juta dolar AS yang disampaikan secara simbolis itu merupakan bagian bantuan setara 100.150 ton beras yang diungkapkan Presiden Soeharto dalam pidatonya pada HUT FAO ke-40 di Roma bulan September tahun 1985.

Secara bertahap tanpa batasan waktu, dana sumbangan itu akan dikumpulkan dari para petani di seluruh Indonesia dari hasil usaha taninya misalnya menanam padi, palawija atau membudidayakan tanaman perkebunan lainnya atau berasal hasil petemak yang menjual ayam atau telur.

Bagian bantuan pertama sebesar 5 juta dolar AS sudah disampaikan pada bulan Juli dua tahun lalu.

Bantuan tersebut antara lain dimanfaatkan oleh para petani di Senegal untuk meningkatkan produktivitas tanaman gandum, pembelian perahu penangkap ikan bagi para nelayan di Ghana atau untuk pengadaan alat penumbuk tepung (grinding mills) bagi program wanita di Senegal, pengadaan pupuk serta pembelian berbagai peralatan lainnya.

Ada 17 negara di Afrika yang memanfaatkan bantuan petani Indonesia tersebut. “Saya jamin bantuan anda sudah dimanfaatkan secara baik,” ujar Saouma yang datang ke Indonesia kali ini setelah sebelumnya menghadiri pertemuan FAO untuk kawasan Asia Pasifik di Bangkok.

Soenyoto, seorang wakil kontak tani dari Jawa Tengah dalam acara temu wicara dengan Dirjen FAO yang dilakukan setelah penyerahan secara simbolik bantuan tersebut mengemukakan bahwa mereka bersedia untuk mengirimkan dua petani untuk memberikan penyuluhan bagi kegiatan petani di salah satu Negara Afrika.

Menanggapi kedua usul tersebut Souma berpendapat bahwa bantuan terbaik yang dapat diberikan kepada petani di Afrika untuk sementara ini berbentuk pengadaan sarana produksi atau peralatan karena pengiriman tenaga penyuluh Indonesia atau pengiriman petani Afrika untuk belajar di Indonesia akan menimbulkan kesulitan akibat perbedaan bahasa.

“Penyerapan teknologi pertanian tidak terlalu sulit bagi mereka lagi pula sebagian besar petani di Afrika tidak menanam padi,” tutur Soauma namun tetap akan mempertimbangkan kesediaan petani Indonesia.

Pada bagian lain, Ditjen FAO mengemukakan penghargaannya kepada Indonesia yang dikatakannya sudah menjadi mitra FAO selama 40 tahun dan merupakan negara yang aktif mendukung misi lembaga yang beranung di bawah piagam PBB tersebut.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan secara simbolis dan temu wicara tersebut Menteri Pertanian Ir. Wardoyo, Menmud Pertanian Dr. Ir. Sjarifudin Baharsjah, Dirjen Petemakan Drh. Suhadji, Dirjen Perikanan R. Soeprapto dan sejumlah pejabat Deptan lainnya.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (16/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 127-128.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.