PESAN MENPEN KEPADA PUTRA PURNAWlRAWAN

PESAN MENPEN KEPADA PUTRA PURNAWlRAWAN

Menteri Penerangan Ali Moertopo mengatakan, putra-putri purnawirawan Indonesia apabila ingin meneruskan semangat perjuangan 1945, harus berpegang teguh pada 3 prinsip nasional yang ditujukan untuk kepentingan rakyat banyak.

Hal ini dikatakan Menteri Penerangan dalam ceramahnya, di depan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia yang sedang mengadakan Musyawarah Nasional pertamanya di gedung KONI, Jakarta, Rabu kemarin.

"Yang pertama harus dipegang teguh adalah semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan. Kedua, meletakkan bangsa Indonesia dalam satu fondamen yang kuat yaitu Pancasila. Pancasila di sini sebagai dasar negara sebagai falsafah/ideologi negara, dan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Ketiga adalah UUD 19457 yang merupakan pencipta disiplin bangsa bernegara dan berkepribadian Indonesia," kata Menteri Penerangan.

Tidak BoIeh Diubah

Menteri Penerangan Ali Moertopo menegaskan, Mukadimah UUD 1945 tidak boleh diubah oleh siapa pun termasuk oleh Pemilu, sebab Mukadimah itu menuliskan jiwa bangsa Indonesia, jiwa perjuangan Indonesia, dan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia, yang kesemuanya itu merupakan strategi besar dalam Undang-undang Dasar 1945.

Menteri Penerangan berpesan kepada putra-putri purnawirawan Indonesia agar membuktikan cita-cita mereka yang setinggi langit, meningkatkan kemampuan untuk dapat mewujudkan cita-cita itu dan jangan melupakan lingkungan.

Diingatkan bahwa kesejahteraan bangsa Indonesia sekarang ini tidak lagi tergantung hanya kepada tanah. Sebagai contoh, rakyat di Jakarta kesejahteraannya tergantung kepada keterampilan dan pendidikan yang dimilikinya. Oleh karena itulah Menteri Penerangan berpesan kepada mereka agar berusaha memiliki pendidikan setinggi-tingginya.

Dengan kemampuan yang dimiliki itu mereka harus mampu menciptakan dinamika perjuangan, yang kemudian dikembangkan secara horisontal dan vertikal. Kalau cara ini dipakai, pasti akan dapat dirasakan oleh lingkungan yang lain.

Harapan Menteri Penerangan, mereka tidak frustasi apabila cita-citanya tidak tercapai sepenuhnya karena kemampuan yang terbatas. Juga agar mereka tidak ikut-ikutan mempercayai tulisan orang asing di surat kabar. Mereka yang ikut-ikutan terhadap pendapat dalam tulisan orang asing, biasanya masyarakat intelektual yang tidak ambil peduli bahwa sikapnya itu merugikan kepentingan nasional bangsa Indonesia.

Menteri Penerangan terbaru melihat putra/putri purnawirawan Indonesia telah menyadari kedudukannya sebagai makna pejuang. Apalagi mereka telah membulatkan tekad untuk meneruskan perjuangan orang-orang tua mereka yang telah ikut andil dalam mendirikan Negara Kesatuan republik Indonesia.

Pada kesempatan itu putra-putri purnawirawan Indonesia berikrar akan meneruskan perjuangan orang tua mereka yang murni untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, berdasarkan ideology negara Pancasila dan UUD 1945 Sebagai putra-putri Indonesia mereka juga merasa turut bertanggungjawab dalam pembangunan.

Sehubungan dengan itu mereka siap berpartisipasi dalam pembangunan. Mereka menyatakan sanggup berdiri di garis depan dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan dan ancaman-ancaman yang ditujukan kepada bangsa Indonesia.

Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia menyatakan berbangga hati Jenderal (Purn) Soeharto diusulkan rakyat sebagai "Bapak Pembangunan", dan mendukungnya dicalonkan sebagai Presiden RI periode tahun 1983-1988. (DTS)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (15/10/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 176-178.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.