PERTUMBUHAN ENAM PERSEN TANPA DUKUNGAN PERBANKAN BERAT

PERTUMBUHAN ENAM PERSEN TANPA DUKUNGAN PERBANKAN BERAT[1]

 

Jakarta, Antara

Laju pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan pada tahun pertama Pelita VI sebesar enam persen berat untuk diwujudkan tanpa dukungan ekspansi kredit perbankan, kata Dirut Bukaka Teknik Fadel Muhammad di Jakarta, Senin.

“Berat, mencapai pertumbuhan ekonomi menjadi enam persen tahun depan, kalau situasi perbankan seperti saat ini tidak diperbaiki,” katanya usai mengikuti sidang paripurna DPR RI.

Fadel menanggapi Presiden Soeharto yang dalam pidato kenegaraannya pada sidang paripuma itu mengatakan bahwa sasaran pertumbuhan ekonomi pada Pelita VI mendatang antara enam persen pada tahun pertama dan secara bertahap mencapai 6,5 persen pada akhir Pelita VI.

Menurut dia, perbankan yang terlalu berhati-hati melakukan ekspansi kredit, bahkan terlihat menurun dalam pemberian kreditnya telah menyebabkan operasi perusahaan yang membutuhkan modal kerja tambahan pun jadi melambat.

“Oleh karenanya koildisi perbankan yang enggan melakukan ekspansi kredit ini harus ditanggulangi terlebih dahulu. Baru kemudian mendorong perusahaan ­ perusahaan untuk berproduksi seoptimal mungkin, sehingga target pertumbuhan tersebut mampu dicapai,” katanya.

Ia mengatakan, pertumbuhan enam persen yang dicanangkan pemerintah memang sesuai dengan proporsinya, kalau seluruh komponen usaha berjalan lancar.

Disamping itu, lanjutnya, laju pertumbuhan itu oleh pemerintah diharapkan mampu memperluas lapangan kerja.

“Meski berat, mau tidak mau memang pemerintah harus menjalaninya. Karena bila di bawah lima persen dikhawatirkan meningkatkan pengangguran,” katanya.

Ia menambahkan, deregulasi bagi kondisi usaha juga tetap diperlukan seperti deregulasi sektor moneter dan sektor riil.

Menurut dia, sektor moneter harus diupayakan sehingga perbankan akan melakukan kembali ekspansi kreditnya, sedang sektor riil perlu diupayakan sehingga birokrasi dan perizinan semakin mempermudah kondisi usaha.(T. PE 09/eu03/17.45)

Sumber:ANTARA (16/08/1993)

____________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 552-553.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.