PERTJEPAT PELANTIKAN MPR

PERTJEPAT PELANTIKAN MPR [1]

 

Djakarta, Sinar Rarapan

Presiden LT PSII Anwar Tjokroaminoto mendjelaskan kepada “SH” Sabtu pagi bahwa saran dan pendapat partainja jg diadjukan kepada Presiden Djumat malam berkisar pada 4 fraksi dalam DPR 3 tanda gambar pada Pemilu jad. Pimpinan MPR dan DPR pengelompokan dll.

Anwar mengatakan, partainja tidak keberatan adanja 4 fraksi dalam DPR. Ini tidaknja bertentangan dengan dibolehkannja voting dan faktor X dan mungkin djuga minder heidsnota. Untuk itu masih diperlukan eksistensi bahkan kedaulatan fraksi maupun sub fraksi dalam DPR, kata Anwar.

Soal 3 Partai dikatakan, partainja akan mengadjukannja terlebih dahulu kepada Kongres jang akan berlangsung pertengahan 1972 jad. Sebab adalah hak Kongres untuk memutuskannja. Tetapi, sambungnja, masih perlu melihat perkembangan lebih landjut apakah UU Pemilu jad. sama dengan UU Pemilu jang ada sekarang, melihat perkembangan pembangunan jang terus meningkat.

Tentang pengelompokan jg baru2 ini digagaskan Presiden, PSII ingin mengintensipkan bentuk itu jang sampai sekarang masih konfederatif. Kelompok ini baru dalam taraf mengatur tata tertib dan masih akan dikembangkan lagi. Ketika ditanja apakah psn akan bersedia hanja didjawab “Untuk selandjutnja kita akan melihat perkembangan”.

Berbicara tentang kemungkinan adanja kevacuman MPR nanti, PSII berpendapat dan mengharapkan kepada Presiden agar pelantikan anggota2 MPR hasil Pemilu sedjauh kemungkinan teknis supaja dipertjepat agar kevacuman tidak terlalu lama. Ia memberi komentar: “kalau akselerasi modernisasi dapat dilakukan. kenapa kita tidak bisa ngebut soal waktu ini”.

Tentang Pimpinan MPR Anwar berpendapat lebih baik digabungkan dengan Pimpinan DPR. Hal itu dikatakannja agar jang mengontrol Pemerintah tidak dilakukan oleh 2 badan. Dan DPR sewaktu2 kalau perlu memanggil Sidang Umum MPR. Dan MPR-lah nanti jang akan meminta pertanggung djawaban dari pemerintah/Presiden. Tentang komposisi Pimpinan DPR, itu sendiri. Ia berpendapat asal djangan bertentangan, dengan UUD 45 dan Tap MPRS 37/66. (DTS)

Sumber: SINAR HARAPAN (11/10/1971)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 867-868.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.