PERTEMUAN TERAKHIR PANITIA PENGARAH KTT ASEAN

PERTEMUAN TERAKHIR PANITIA PENGARAH KTT ASEAN

 

 

Pertemuan terakhir Panitia Pengarah Tingkat Tinggi (HLSC) bagi KTT ASEAN Manila dijadwalkan berlangsung pekan depan di Bali dengan materi pokok persiapan tiga buah rancangan yang merupakan cakupan keseluruhan substansi, demikian sumber Departemen Luar Negeri di Jakarta Selasa.

Ketiga rancangan itu adalah rancangan laporan para menteri di berbagai bidang kepada pemerintah masing-masing, rancangan pernyataan bersama Manila, dan rancangan pernyataan pers bersama, yang semuanya akan disahkan dalam pertemuan para Menlu di Manila sehari sebelum KTT berlangsung 14-16 Desember tahun ini.

Peserta dalam HLSC yang berlangsung 16-20 November itu adalah para pejabat di bawah menteri dari berbagai bidang dari seluruh negara anggota ASEAN, yakni Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Brunei. Direktur Jenderal Politik Departemen Luar Negeri Nana Sutresna akan memimpin pertemuan itu.

Para pejabat tinggi ASEAN pada umumnya mengisyaratkan bahwa pertemuan para Kepala Negara Asia Tenggara di Manila akan lebih banyak membahas masalah peningkatan kerjasama ekonomi, terutama dalam aspek peningkatan keterlibatan sektor swasta.

Presiden Soeharto pernah menyebutkan bahwa sektor swasta inilah yang sebaiknya mendapat perhatian karena memberikan kesempatan bagi peningkatan serta pencerminan warna baru dalam kerjasama ekonomi di antara negara-negara ASEAN

Pada bidang politik, diperkirakan pembahasan berpusat pada masalah usaha­usaha mencari penyelesaian masalah Kampuchea, yang merupakan konflik paling hangat di kawasan ini sejak Vietnam menyerbu Kampuchea dan menggulingkan Khmer Merah akhir 1978.

Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan sekitar persiapan ASEAN untuk memanfaatkan dana dari Jepang (Nakasone Fund), Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja dalam konferensi pers akhir Oktober, mengatakan bahwa sampai saat ini baru Malaysia yang telah mengajukan daftar proyek-proyek.

Dana dari Jepang itu besarnya dua miliar dolar AS dan menurut rencana akan diumumkan pada saat KTT berlangsung. Perdana Menteri Jepang Noboru Takeshita yang hari Jumat pekan lalu dipilih Parlemen Jepang sebagai pengganti Nakasone dalam jumpa pers pertamanya mengatakan, ia akan menghadiri KTT ASEAN itu. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (10/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 296-297.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.