PERTEMUAN PRESIDEN DENGAN MENTERI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN INDUSTRI JEPANG

PERTEMUAN PRESIDEN DENGAN MENTERI PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN INDUSTRI JEPANG

Kemungkinan2 kerjasama mengadakan eksploitasi uranium untuk bisa diekspor, dikemukakan Presiden Soeharto dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Internasional dan industri Jepang, Rokusuke Tanaka di Binagraha, Selasa pagi.

Menteri Tanaka selesai diterima Presiden mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden menjelaskan kepadanya tentang deposit uranium di Indonesia yang cukup banyak dan menyinggung kemungkinan2 kerjasama dengan Jepang untuk mengadakan eksploitasi uranium tersebut.

"Pembicaraan tentang uranium itu bam dalam tahap penjajagan dan belum sampai pada suatu perjanjian kerjasama," katanya.

Tanaka mengatakan, Jepang bersedia memberikan kredit 500 juta US Dollar melalui Bank Exim dengan syarat2 perbankan kepada lndustri untuk perluasan dan pembangunan kilang minyak Cilacap dan Balikpapan.

Dalam pembicaraannya dengan Presiden Soeharto itu, Menteri Tanaka mengatakan bahwa Jepangjuga bersedia membantu teknologi dalam mengembangkan sumber2 energi di Indonesia.

Menteri Tanaka dapat memahami kebijaksanaan energi minyak yang dilakukan Indonesia dewasa ini.

Atas pertanyaan wartawan tentang kebijaksanaan Indonesia mengenai diversifikasi teknologi, Tanaka mengatakan bahwa hal itu adalah soal Indonesia dan ia tidak layak memberikan komentar mengenai kerjasama Indonesia-Jepang dalam proyek LNG.

Ia menegaskan kembali bahwa Jepang tetap bersedia membantunya. Demikian pula proyek pupuk urea ASEAN, Jepang tetap bersedia memberikan dana 1 milyar US Dollar. Tentang Bandase Agreement, Menteri Tanaka mengatakan bahwa hal itu tidak dibicarakan dalam pertemuannya dengan Presiden Soeharto.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Tanaka menjelaskan ku ungannya ke Indonesia dan juga ke Singapura akan membicarakan mengenai kerjasama di bidang energi, pembangunan industri kecil dan menengah, pengembangan dan perluasan produksi barang jadi serta kerjasama di bidang ketenaga kerjaan.

Mengenai energi dikatakan merupakan kunci bagi pembangunan ekonomi di semua negara di dunia. Tentang peningkatan pembangunan industri kecil dan menengah adalah penting bagi negara2 di Asia Tenggara yang mempunyai jumlah penduduk banyak.

Ia juga mengemukakan pentingnya peningkatan ekspor barang2 jadi dari Asia Tenggara. Demikian pula mengenai kerjasama tenaga kerja yang penting bagi pembangunan dan kegiatan2 ekonomi.

Ia mengharapkan kunjungannya ke Indonesia akan dapat memberikan penilaian yang benar dari situasi sekarang dan kebijaksanaan2 Jepang. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber:ANTARA (04/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 825-826.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.