PERTEMUAN KANGEN-KANGENAN DI NAPAK TILAS PROKLAMASI

PERTEMUAN KANGEN-KANGENAN DI NAPAK TILAS PROKLAMASI[1]

 

 

Jakarta, Antara

Lokasi tugu Proklamasi di Jalan Proklamasi 56, dahulu Pegangsaan Timur 56, berubah menjadi pertemuan kangen-kangenan yang mengharukan di antara pejuang kemerdekaan, ketika para peserta napak tilas Proklamasi memasuki finis di tempat tersebut Sabtu.

Sejumlah anggota Perintis Kemerdekaan yang umumnya sudah manula, eksponen Angkatan 45 dan para anggota veteran bercampur-baur menjadi satu dan larut pada pertemuan kangen-kangenan dalam suasana mengharukan.

Dihadiri Menteri Kehakiman Oetojo Oesman, di tempat finis peserta napak tilas itu tampak antara lain tokoh pejuang Ruslan Abdulgani, istri Proklamator Ny. Rahmi Hatta, Ny. Nelly Adam Malik, Ny. SK Trimurti dan saksi sejarah Des Alwi yang sibuk mengabadikan suasana dengan kameranya.

Sekitar selusin anggota perintis kemerdekaan dari berbagai daerah, termasuk Sumatra Barat, tak ketinggalan berjalan terbungkuk-bungkuk dan hadir Sabtu sore itu.

Seorang perintis kemerdekaan dari Sumbar yang sudah berusia sekitar 80 tahun, meski berjalan terbungkuk-bungkuk tampak dengan bersemangat memberi hormat gaya militer sebelum bersalaman dengan seorang petugas.

“Saya mendengar teks proklamasi itu dibacakan dari radio pagi hari di Bandung,” kata Ny. Rahmi Hatta, yang mengatakan ketika itu dia masih bertunangan dengan Bung Hatta.

“Bapak suka menelepon atau menulis surat dan sekali-sekali datang ke Bandung,” kenang Ny. Rahmi Hatta, yang berjalan menggunakan tongkat.

Tidak kurang dari 1.500 peserta terdiri atas tokoh-tokoh tua Angkatan 45, veteran dan pelajar SLTP/SLTA ambil bagian dalam napak tilas tersebut.

Dimulai di Jalan Imam Bonjol nomor 1, bekas kediaman Laksamana Maeda, tempat teks proklamasi disiapkan, menuju (ketika itu) Jalan Pegangsaan Timur 56, kediaman Bung Karno, tempat teks proklamasi dibacakan.

Barisan didahului pasukan drumband, disusul rombongan pembawa teks proklamasi tulisan tangan ukuran besar, disertai foto Bung Karno dan Bung Hatta dan diapit di kiri-kanan dengan foto Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Kinidi lokasi yang terletak dijalan Proklamasi itu berdiri patung dua Proklamator (Bung Karno dan Bung Hatta) dan sebuah tugu peringatan.

Persis ditempat Bung Karno membacakan teks proklamasi, berdiri tiang bendera dengan pelataran yang cukup luas.

“Upacara ini menjadi pertanda bahwa kita tetap menghormati para pejuang yang telah mendahului kita dan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda untuk terus berkiprah melanjutkan pembangunan berdasarkan Pancasila,” kata Ketua Dewan Harian Nasional Angkatan 45 Soerono.

Sumber: ANTARA (16/08/1997)

____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 805-806.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.