PERTEMUAN COCKTAIL PARTY INDONESIA VIETNAM

PERTEMUAN COCKTAIL PARTY INDONESIA VIETNAM

 

 

Indonesia dan Vietnam sependapat bahwa rencana pertemuan “Cocktail Party” di Jakarta akan banyak bergantung pada hasil pertemuan antara pemimpin perlawanan Kampuchea Pangeran Sihanouk dan Perdana Menteri Rejim Heng Samrin, Hun Sen, di Paris awal bulan depan.

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam keterangannya kepada pers selesai melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta hari Kamis menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Kelompok Kerja RI-Vietnam di Bali Senin lalu.

Dalam pertemuan tingkat wakil menteri itu, kedua belah pihak sependapat bahwa pertemuan Sihanouk-Hun Sen di Paris 2 Desember mendatang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan tata cara kerja pertemuan informal antara kelompok­-kelompok Kampuchea yang bersengketa.

Kedua pihak dalam kelompok kerja tersebut juga sepakat diadakannya pertemuan kelompok kerja kedua di Hanoi 21 dan 22 Desember mendatang untuk melanjutkan pembicaraan tentang penyelesaian masalah Kampuchea.

Atas pertanyaan wartawan, Mochtar menjelaskan bahwa hasil pertemuan kelompok kerja itu akan disampaikan terlebih dulu kepada pemerintah, yang kemudian akan diberitahukan kepada ASEAN oleh Menlu.

Kontak Bertambah

Menlu Mochtar menilai kontak antara Indonesia dan Vietnam akhir-akhir ini bertambah banyak, khususnya setelah adanya kunjungan-kunjungan delegasi negara tersebut ke Indonesia.

Menurut Menlu, peningkatan kontak itu dilakukan Indonesia dalam upayanya menunjukkan kepada Vietnam bahwa masih ada alternatif bagi negara tersebut ketimbang tetap pada jalan yang mereka tempuh kini, yaitu perang.

“Kita pikir beberapa waktu lalu tidak cukup hal itu kita lakukan dengan membujuk mereka dengan kata-kata. Lebih baik kita mempersilahkan mereka datang ke sini untuk melihat dan menyaksikan sendiri. Kita terbuka untuk berbagi pengalaman dengan mereka di bidang pembangunan,” katanya.

Indonesia berharap apa yang dilihat Vietnam di Indonesia dengan mata kepala sendiri akan lebih meyakinkannya bahwa memang sudah saatnya bagi Vietnam sekarang untuk mengalihkan perhatian pada masalah-masalah pembangunan.

Konsultasi Dubes RI

Menlu Mochtar dalam pertemuan dengan Kepala Negara juga melaporkan perkembangan terakhir tentang persiapan KTT ASEAN Manila, yang menurutnya tidak ada hal-hal baru yang perlu diumumkan.

Kecuali itu, ia juga melaporkan rencana penyelenggaraan rapat konsultasi Dubes RI untuk kawasan Asia Pasifik di Singapura 30 Nopember sampai 2 Desember mendatang.

Dalam rapat tersebut akan dibahas berbagai masalah politik yang menonjol sehingga kalau kelak ada instruksi-instruksi mereka mampu melaksanakannya secara mantap.

Rapat serupa untuk para Dubes RI di kawasan Benua Amerika berlangsung di New York bulan lalu. Sedangkan untuk kawasan Asia Timur Tengah dijadwalkan berlangsung di Kairo, Mesir, dan untuk kawasan Eropa di Madrid. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (26/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 310-311.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.