PERTAMINA SALURKAN BANTUAN PEGELKOP Rp 7,9 MILIAR

PERTAMINA SALURKAN BANTUAN PEGELKOP Rp 7,9 MILIAR[1]

 

Mataram, Plntara

Pertamina UPPDN V Surabaya selama 1996 hingga Juni menyalurkan bantuan pinjaman untuk pengusaha kecil dan koperasi (Pegelkop) sebesar Rp 7,9 miliar guna meningkatkan usahanya.

“Dana pinjaman yang bersumber dari penyisihan satu hingga tiga persen keuntungan BUMN itu disalurkan kepada para Pegelkop di wilayah kerja Pertamina UPPD V meliputi Jawa Barat, Bali, NTB, NTT dan Timtim.” ujar Kasubdin Pemberdayaan Usaha Kecil dan Koperasi, Pertamina, R.H.W Massie di Mataram, Rabu.

Seusai penyerahan bantuan kepada para Pegelkop NTB, ia mengatakan, bantuan tersebut khusus untuk NTB sebesar Rp 2,1 miliar yang diserahkan dalam dua tahap, termasuk yang diserahkan Rabu (12/6) sebanyak Rp 1,32 miliar.

Pinjaman lunak itu, kata Massie, diberikan kepada 25 KUD, 10 pengusaha kecil dan satu Koperasi Listrik Pedesaan (KLP) Sinar Rinjani, Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Realisasi bantuan tersebut lebih tinggi 77 persen dari alokasi dana yang telah ditetapkan Menteri Keuangan untuk tahun 1996 sebesar Rp 750 juta.

Dikatakannya, bantuan modal usaha dan modal kerja kepada Pegelkop tersebut merupakan wujud rasa kepedulian Pertamina untuk turut serta dalam program pengentasan kemiskinan sekaligus dalam rangka menunjang pelaksanaan Pekan Nasional ke IX Pertasi kencana yang akan dimulai 16 Juli 1996.

Penas Prestasi kencana yang akan digelar di Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat direncanakan dibuka Presiden Soeharto, diikuti sekitar 12.000 peserta dan dihadiri sejumlah menteri.

Pinjaman tersebut selain berupa modal usaha, khusus untuk KUD akan dipergunakan untuk pengadaan mesin penggilingan padi (RMU), sedangkan KLP Sinar Rinjani untuk membeli mesin diesel pembangkit listrik.

Bantuan BUMN tersebut selain untuk modal usaha khusus untuk KUD akan dimanfaatkan untuk pengadaan RMU dan KLP Rinjani akan dipergunakan untuk penambahan mesin diesel pembangkit listrik.

Massie mengharapkan agar dengan bantuan tersebut Pegelkop dapat meningkatkan usaha dan kesejahteraan nya serta dapat dikembalikan sesuai jadwal yang ditetapkan, karena dana tersebut akan disalurkan kembali kepada para Pegelkop lain yang sangat membutuhkan bantuan modal.

Besarnya bunga yang dibebankan kepada para Pegelkop tidak terlalu memberatkan, yakni hanya satu hingga enam persen per tahun dengan tenggang waktu pembayaran mulai enam bulan setelah pinjaman direalisasikan.

Selain modal usaha dan modal kerja, Pertamina juga memberikan bantuan hibah untuk biaya pelatihan para pengurus koperasi dan pengusaha kecil, terutama untuk meningkatkan kemampuan manajemen pengelolaan usaha mereka.

Dengan demikian Massie optimis bahwa Pegelkop mampu mengembalikan pinjaman sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sumber : ANTARA (12/06/1996)

________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 319-320.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.