PERPISAHAN PRESIDEN DENGAN DPA

PERPISAHAN PRESIDEN DENGAN DPA[1]

 

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto Jumat siang (6/3) mengadakan pertemuan ramah tamah dengan Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di Istana Negara. Pada acara perpisahan dengan 42 anggota DPA itu, Presiden mendapat kenang-kenangan “Begawan Abiyoso”, tokoh pewayangan yang melambangkan kearifan.

Kenang-kenangan yang didominasi warna biru ini diserahkan oleh Ketua DPA, Sudomo. Begawan Abiyoso berupa wayang kulit, ditatah halus dan dikemas dalam bingkai kuning emas. Di samping kiri Abiyoso teriring ucapan terima kasih anggota DPA yang diwakili oleh para pimpinan DPA, atas kerja samanya dengan Presiden Soeharto. Para pimpinan DPA menorehkan tanda-tangan dengan tinta emas yang ditembak dengan sinar laser. Di atas ucapan terima kasih terpampang lambang burung garuda disepuh emas.

Selain kenang-kenangan, juga disampaikan memorandum akhir tugas DPA masa bakti 1993-1998. Memorandum ini merupakan pertanggungjawaban Dewan dalam melaksanakan tugasnya selama 5 tahun dan diharapkan sebagai bahan presiden periode selanjutnya dan referensi DPA 1998-2003.

Dewan berkeyakinan Presiden dapat mengatasi krisis moneter. Alasan Dewan ini kata Sudomo dalam sambutannya, didasarkan atas pengalaman kaya Pak Harto dalam mengatasi krisis baik sebelum maupun masa Orde Baru dari didukung kabinet yang kuat. Dewan, lanjut Sudomo. telah berusaha membantu pemerintah dengan menyampaikan saran pertimbangan “Upaya pemantauan dan pengendalian krisis”. Pembangunan selama ini telah mencatat hasil yang tidak sedikit. Namun keberhasilan itu akhir-akhir ini menjadi agak terganggu dengan adanya gejolak moneter. Sudomo menyampaikan terima kasih kepada Presiden, yang dinilai sangat memperhatikan sa­ran pertimbangan DPA meski secara konstitusional Dewan hanyalah sebuah badan penasihat belaka. Selama 5 tahun ini, 19 pertimbangan Dewan diteruskan oleh presiden kepada para menteri yang berkompeten untuk diperhatikan dan ditindaklanjuti. (N-1)

Sumber: Suara Karya (07/03/1998)

_________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 218.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.