PERNYATAAN DPRD NTB UNTUK PRESIDEN SOEHARTO

PERNYATAAN DPRD NTB UNTUK PRESIDEN SOEHARTO

DPRD Nusa Tenggara Barat atas nama seluruh masyarakat NTB menyatakan terima kasih kepada Presiden Soeharto dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dorongan dan bimbingan, sehingga NTB berhasil di bidang pembangunan pertanian, pangan khususnya.

Surat pernyataan DPRD NTB tersebut dibacakan ketuanya H.Rahadi Tjiptowerdoyo, Karnis di Gedung DPRD NTB, dihadiri pirnpinan dan anggota DPRD, Muspida Tingkat I dan Muspida Tingkat II se Pulau Lombok dan pimpinan berbagai instansi.

Pernyataan itu merupakan tanggapan positif dari kepercayaan pemerintah kepada NTB, ditandai dengan ikut sertanya Gubernur NTB Gatot Suherrnan, pada sidang-sidang FAO di Roma.

Pimpinan dan seluruh anggota DPRD NTB mendengar dan mengamati secara khusus isi pidato Presiden Soeharto yang mewakili negara-negara berkembang pada sidang FAO, antara lain telah secara khusus menyebut keberhasilan pembangunan di bidang pangan di Nusa Tenggara Barat.

Menurut surat pernyataan DPRD NTB tersebut, dampak dari pidato Presiden pada sidang FAO, tidak saja membuat nama NTB semakin dikenal dan kian maju, tetapi juga akan kian mendorong kemajuan daerah NTB pada masa datang.

Surat pernyataan DPRD NTB nomor 21/Kpts/DPRD/1985 tertanggal 23 Nopember 1985 itu mengharapkan pula bantuan dan bimbingan serta petunjuk Presiden bagi upaya memajukan daerah dan masyarakat NTB pada masa datang.

Surat pernyataan yang ditandatangani Ketua Rahadi Tjiptowerdoyo, wakil wakil ketua H.Mesir Suryadir, SH dan Moch. Chatim, BA tindasannya diserahkan kepada Gubernur NTB H.Gatot Suherman.

Seusai pembacaan surat pernyataan DPRD NTB, Gubernur Gatot Suherman memberikan informasi dan kesan-kesan selama mengikuti sidang­sidang FAO di Roma serta mengadakan studi perbandingan di bidang pembangunan pertanian di Italia. (RA)

 

 

Mataram, Antara

Sumber : ANTARA (29/11/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 84-85.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.