PERKEBUNAN HARUS IKUT TINGKATKAN PENGHASILAN PETANI – PETANI

PERKEBUNAN HARUS IKUT TINGKATKAN PENGHASILAN PETANI – PETANI

Presiden Soeharto menekankan, agar perusahaan perusahaan perkebunan PNP/PTP di seluruh Indonesia aktif dan kreatif dan jangan menunggu saja. Sebab perusahaan perkebunan adalah sebagai agen pembangunan.

Hal itu diterangkan oleh Menteri Pertanian Ir. Achmad Affandi, yang didampingi oleh Menmud Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras. Ir. Hasrul Harahap di Bina Graha, Selasa siang, selesai diterima Presiden Soeharto bersama-sama para direktur PNP/PTP sebanyak 29 buah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Presiden, juga menekankan, agar tugas perusahaan perkebunan dikaitkan dengan usaha peningkatan lapangan kerja dan program transmigrasi, demikian Menmud Ir. Hasrul Harahap menambahkan.

Dikatakan lagi oleh Ir. Hasrul Harahap, bahwa masalah tenaga kerja bukanlah hanya masalahnya Departemen Tenaga Kerja. Demikian, pengarahan Presiden, yang dikutip Ir. Hasrul Harahap. Untuk itu lah, maka perusahaan perkebunan harus aktif dan kreatif dan harus mampu ikut memikirkan keadaan sekitarnya, khususnya dalam hal ikut meningkatkan penghasilan para petani.

Jasa Kepada Petani

Menteri Pertanian, Menmud Urusan Peningkatan Produksi Tanaman Keras, dan ke-29 orang direktur perusahaan perkebunan tersebut diterima Presiden di Bina Graha selama satu setengah jam.

PNP/PTP harus segera bisa menawarkan jasanya kepada para petani, kata Presiden, yg dikutip Menteri Ir. Achmad Affandi. Presiden juga minta agar dalam hal pelaksanaan PIR, PNP/PTP hendaknya meminjam uang ke bank, bila ternyata terjadi kesulitan dalam hal pembayaran kepada para petani.

Sebenarnya hal ini agak menyimpang, kata Ir. Achmad Affandi. Tetapi apa boleh buat, tambahnya. Walaupun PNP/PTP yang bersangkutan harus mengurangi keuntungannya. Yang penting, asal demi kepentingan rakyat tambahnya lagi.

Presiden juga menekankan, Repelita IV dan V, merupakan tahapan Pelita yang sangat menentukan. Untuk itu sektor pertanian termasuk perkebunan harus sudah benar benar telah mampu menyusun kerangka dasar untuk menuju kepada tahapan tinggallandas menuju ke cita-cita perjuangan nasional.

Menyinggung soal adanya berita kebocoran di PNP/PTP Sumatera Utara, Menteri Pertanian menerangkan, hendaknya hal itu digunakan sebagai mengoreksi diri. Sebab, kata Menteri Pertanian, berita itu sendiri masih belum mampu membuktikan benar benar adanya pembocoran. (RA)

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (29/08/1984)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 917-919.


Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.